KEBUDAYAAN SUNDA di KOTA BANDUNG


KEBUDAYAAN SUNDA di KOTA BANDUNG
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Sosial Budaya Indonesia
Dosen Pengampu : Haris Subhan,S.Hi., M.Si



Disusun oleh:

Zakaria
1168010309


Administrasi Publik Kelas II G
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
2017




DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR............................................................................................ 3
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 4
A.    Latar Belakang............................................................................................... 4
B.     Tujuan............................................................................................................ 4
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 5
A.    Sekilas Tentang Budaya Sunda..................................................................... 5
B.     Adat Istiadat Masyarakat Sunda................................................................... 5
C.     Bahasa............................................................................................................ 6
D.    Kesenian......................................................................................................... 7
BAB III PENUTUP................................................................................................. 11











KATA PENGANTAR

Assalammualaikum Wr. Wb
   Alhamdulillah puji syukur kehadirat allah Swt, dengan rahmat dan hidayahnya makalah ini telah tersusun sebagai bahan tugas mata kuliah Sisitem Sosial Budaya Indonesia. Penyusun sampaikan terimkasih atas segala partisipasi dari berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah dengan tema Kebudayaan Sunda.
   Akhir kata semoga dengan pembuatan makalah ini menjadi pembangkit semangat pembaca demi mempertahankan dan menjaga kelestarian budaya daerah khususnya budaya sunda. Sekian dari penyusun.
Wassalammualaikum Wr. Wb

Bandung, Mei 2017









BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan Negara yang memiliki keanekaragaman budaya. Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, karsa manusia yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia. Begitu banyak maam – macam kebudayaan, dari mulai kebudayaan sosial, politik, organisasi, dan budaya masyarakat. Termasuk dalam hal ini adalah masyarakat sunda di Kota Bandung.
kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
B.     TUJUAN
Tujuan dari penyusunan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas dari mata pelajaran Sistem Sosial Budaya Indonesia.
Selain itu, tujuan dari penyusunan makalah ini untuk :
1.      Sebagai pembelajaran kami tentang kebudayaan Indonesia khususnya Budaya Sunda di kota Bandung.
2.      Dapat memahami bagaimana sistem kebudayaan sunda di kota Bandung.




BAB II
PEMBAHASAN
Bandung memiliki suatu kebudayaan tersendiri yang di sebut dengankebudayaan Sunda. Nah sebelum membahas Kebudayaan Bandung.Kata “Budaya berasal dari bahasa sansekerta budhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata Buddhi yang berarti “budi” dan “akal”.Kebudayaan itu diartikan sendiri sebagai hal – hal yang berkaitan dengan budi atau akal.
Menurut E.B.Taylor (1871) mengatakan bahwa kebudayan adalah ompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adapt istiadat, kemampuan dan kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.Sesungguhnya kebudayaan mencakup semua yang didapatkan dan dipeajari dari pola – pola perilaku normatif artinya mencakup segala cara atau pla piker, merasakan dan bertindak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

A.    Sekilas mengenai Bandung
Kata Pepatah, Tak kenal maka tak sayang.Malu bertanya sesat di jalan dech. Nah buat kalian yang mau tau tentang serba-serbikota Bandung, disini kalian bisa menemukan banyak hal tentang Bandung,mulai dari Sejarah Bandung, Sosial, Ekonomi, Budaya Bandung. Gak lupa ada juga makanan khas dan objek-objek wisata yang bisa kalian ketahui tentang Bandung.
Kota Bandung merupakan Ibu kota negara Indonesia, Bandung memiiki status yang setingkat dengan provinsi. Terletak di Pulau Jawa. Kalo kalian ingin masuk ke Bandung, ada pintu masuk yang menghubungkan, yaitu bisa lewat Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) atau bisa juga melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
b. Sejarah Kota Bandung
Kota Bandung yang kita kenal sering disebut dengan nama kota Bendungan karena terletak di pelabuhan Tangkuban Perahu, dimana gua perahu disebut dengan “Perahu Bandung “di resmikan oleh Ira.Kusuma Dua.Kota Bandung sering sekali berganti nama dari Parisvanjava menjadi kota India Belanda dimana telah terjadi konferensi Asia Afrika (1959) dengan anti kolonialisme.Pada masa kerajaan Padjajaran (1488) dimana pada tahun 1799 VOC mengalami kebangkrutan sehingga sekarang kekuasaan kota Bandung berada di bawah seorang Bupati Ira.Kusuma Dua.
Nah sampe akhirnya sekarang menjadi Kota Bandung.Usia kota Bandung tidak muda lagi, Namun, perubahan-perubahan yang terjadi dalam kurun waktu hampir 500 tahun. Sebagian berdampak positif sebagian negatif. Sebagai generasi penerus, ada baiknya kalau kita melestarikan Kota Bandung itu sendiri.

B. Adat istiadat masyarakat  di Kota Bandung
            Adat istiadat yang diwariskan leluhurnya pada masyarakat sunda masih dipelihara dan dihormati. Dalam daur hidup manusia dikenal upacara – upaara yang bersifat ritualadat seperti : upacara adat masa kehamilan sering disebut 7 bulanan atau Babarit, masa kelahiran, masa anak – anak, perkawinan, kematian, dll.
            Demikian juga dalam kegiatan pertanian dan keagamaan dikenal upacara adat yang unik dan menarik. Itu semua ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur dan mohon kesejahtraan dan keselamatan lahir batin dunia dan akhirat. Beberapa kegiatan upacara adat di jawa barat dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Upacara Adat Masa Kehamilan
1.   Upacara mengandung empat bulan
2.  Upaara mengandung tujuh bulan/tingkeban
3. Upacara mengandung Sembilan bulan
b.      Upacara kelahiran dan masa bayi
1. Upaara memelihara tembuni
2. Upacara nenjrag bumi
3. Upacara puput puseur
4. Upaara ekah
5. Upacara nurunkeun
6. Upacara cukuran/marhaban
7. Upacara turun taneuh
c.       Upacara masa anak – anak
1. Upacara gusaran
2. Upacara sepitan/sunatan
d.      Upacara adat perkawinan
1. Upaara sebelum akad nikah : nendeun omong, ngalamar, seserahan,
    ngeuyeuk seureuh,
2. Upaara setelah akad nikah : Munjangan/sungkeman,upacara sawer,
    nincak endog, buka pintu, huap lingkung,
e.       Upacara adat kematian
sebagian orang di kota bandung masih menjalan kan budaya tersebut karena untuk menghargai kebudayaan mereka dan melestarikannya, namun sebagian orang juga sudah meninggalkan nya.

C.     BAHASA
Dalam percakapan sehari-hari, etnis Sunda banyak menggunakan bahasa Sunda. Namun kini telah banyak masyarakat Sunda terutama yang tinggal di perkotaan tidak lagi menggunakan bahasa tersebut dalam bertutur kata. Seperti yang terjadi di pusat-pusat keramaian kota Bandung dan Bogor, dimana banyak masyarakat yang tidak lagi menggunakan bahasa Sunda.
Ada beberapa dialek dalam bahasa Sunda, mulai dari dialek Sunda-Banten, hingga dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mulai tercampur bahasa Jawa. Para pakar bahasa biasanya membedakan enam dialek yang berbeda. Dialek-dialek ini adalah:
1.      Dialek Barat
2.      Dialek Utara
3.      Dialek Selatan
4.      Dialek Tengah Timur
5.      Dialek Timur Laut
6.      Dialek Tenggara
Dialek Barat dipertuturkan di daerah Banten selatan. Dialek Utara mencakup daerah Sunda utara termasuk kota Bogor dan beberapa bagian Pantura. Lalu dialek Selatan adalah dialek Priangan yang mencakup kota Bandung dan sekitarnya. Sementara itu dialek Tengah Timur adalah dialek di sekitar Majalengka. Dialek Timur Laut adalah dialek di sekitar Kuningan, dialek ini juga dipertuturkan di beberapa bagian Brebes, Jawa Tengah. Dan akhirnya dialek Tenggara adalah dialek sekitar Ciamis

D.    KESENIAN
a.       SENI TARI
Seni tari utama dalam Suku Sunda adalah tari jaipongan, tari merak, dan tari topeng.Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu. Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu degung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti gendang, gong, saron, kecapi, dsb. Degung bisa diibaratkan 'Orkestra' dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.

b.      WAYANG GOLEK
Tanah Sunda terkenal dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek adalah pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap dengan Sindennya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 – 21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Cerita wayang yang populer saat ini banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama dari tanah India.Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’ yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala dan Cepot. Tokoh-tokoh ini digemari karena mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang sangat menarik.

C.       SENI MUSIK
Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya. Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya seorang wanita yang dinamakan Sinden. Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada dan ritme-nya cukup sulit untuk ditiru dan dipelajari.Dibawah ini salah salah satu musik/lagu daerah Sunda :Bubuy Bulan Es Lilin Manuk Dadali Tokecang Warung Pojok
Kacapian
Seni kacapian adalah seni kawih Sunda yang menggunakan alat musik kacapi siter, suling, kendang, dan goong. Kadang-kadang menggunakan waditra rebab jika diperlukan. Bahkan, seni ini sangat potensial ketika harus diiringi hanya dengan sebuah alat kecapi siter saja.
Angklung
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.
Jika ingin melihat kebudayaan sunda di kota Bandung saat ini kita masih bisa melihat di beberapa tempat sangar seni atu rumah budaya di kota Bandung contoh nya yaitu  Saung Angklung Udjo
Saung Angklung Udjo (SAU) adalah suatu tempat workshop kebudayaan, yang merupakantempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu. Selain itu, SAU mempunyai tujuan sebagai laboratorium kependidikan dan pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda dan khususnya angklung. Didirikan pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati, dengan maksud untuk melestarikan dan memelihara seni dan kebudayaan tradisional Sunda. Berlokasi di Jln. Padasuka 118, Bandung Timur Jawa Barat Indonesia.














BAB III
PENUTUP

Dari uraian tentang budaya sunda diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Kebudayaan Sunda di kota Bandung termasuk salah satu kebudayaan suku bangsa di Indonesia yang berusia tua. Dibandingkan dengan budaya yang lain pun, budaya sunda merupakan budaya yang tertua di indonesia.
2.      Budaya sunda  di kota bandung adalah budaya masyarakat yang memiliki nilai tinggi dan merupakan salah satu kebudayaan nasional indonesia yang harus kita lestarikan.
3.      Budaya sunda di kota Bandung memiliki ragam kesenian, adat istiadat, bahasa dan sebagainya yang perlu kita jaga ke asliannya.
4.      Budaya sunda di kota Bandung memliki wisata yang menarik dan banyak dikunjungi wisatawan asing maupun mancanegara.










Daftar pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung


Comments

Popular Posts