UJIAN TENGAH SEMESTER RASIONALISME ADMINISTRASI
UJIAN TENGAH SEMESTER
RASIONALISME ADMINISTRASI
Drs.
Ahmad Syamsir, M. Si

(40) 1168010309 Zakaria
Administrasi
Publik Semester II/ G
Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik
Universitas Islam
Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
2017
Rasionalisme Administrasi
Rasionalisme Administrsai merupakan salah satu bahasan
dalam filsafat adaministrasi, lalu apa yang dimaksud dengan filsafat administrasi.? sebelm membahas lebih
jauh apa itu rasionalisme administrasi kita harus mengetahui dahulu apa itu rasionalisme
dan apa itu Administrasi
Rasionalismelisme
Kata rsionalisme terdiri dari dua suku kata, yaitu” rasio” yang berarti akal atu pikitran,
dan “isme” yang berarti paham tau
pendapat. Rasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa, kebenaran
tertinggi terletak dan bersumber dari manusia. Oleh karena itu, rasio dipandang
sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan/ kebenaran, juga sekaligus sebagai
sumber pengetahuan/ kebenaran.
Rasionalisme merupakan sumber kebenaran. Hanya raio
sajalah yang dapat membawa orang pada kebenaran. Yang benar adalah hanyalah
tinadakan akal yang terang benerang yang disebut Ideas Claieres Distinctes (pikiran yang terang benerang dan
terpilah-pilah). Idea terang benerang ini pemberian tuhan sebelum orang
dilahirkan (Idea innatae = ide bawaan). Sebagai pemberian tuhan, maka tak
mungin tak benar.”filsafat umum; Atang abdul hakim; 2008; 274”.
Rasionalisme adalah paham filsafat yang menyatakan bahwa
akal (reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan. Menurut
aliran rasionalisme. Suatu pengetahuan diperoleh dengan cara berfikir. ”filsafat
umum; Atang Abdul Hakim; 2008; 274”
Salah
satu tokoh yang mencetuskan aliran rasionalisme adalaha Rene Descastes, dia
dikenal sebagai filsuf moderen dia mengemukana semboyan yang berbunyi: cogito
ergo/I think fore i’m (saya berfikir maka saya ada). Dari ungkapan sederhana
ini, dapat diambil beberapa rumusan, sebagia berikut:
1. Eksistensi
manusia yang paling sempurna ialah rsionya, sehinnga rasio berperan sebagi
“pengenal dirinya” sesuai dengan koherensi antara berpikir dan berada. Artinya
keberadaan manusia terwujud/ terkonsep setelah dia memeikirkan dirinya.
2. Dengan
rasio, manusia berhasil menemukan kesan(pengetahuan baru) tentang dirinya yang
tidak atu kurang diketahui sebelumnya, kecuali melalui simber sumber lain yaitu
kitab suci.
3. Rasio
ridak hanya sebagi penemu kesan (pengetahuan dan kebenaran) melainkan
kebenaran/ pengetahuan hannyalah diperoleh melalui rasio tersebut.
Pada
intinya aliran rasionalme mengaggap bahwa segala sesuatu harus bisa masuk akal,
karena aliran rasionalisme acuan aliran rasionalisme adalah akal pikiran, seperti
dalam selogannya “dimana saya berfikir maka disitu saya ada”.
Administrasi
Secara etimologis, administrasi berasal dari bahasa latin
yaitu kata ad dan ministrare. Kata ad atrinya intensif, sedangkan ministrare
artinya melayani, membantu atau mengarahkan. Jadi, administrasi adalah melayani
secara intensif. Administrasi juga berasal dari kata administrsvius dalam bahasa inggrinya adalah administration.
Ada juga yang
berpendapat lain kata administrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu administrare yang
artinya pengabdian atau pelayanan. Terdapat dua pengertian administrasi yaitu
dalam pengertian yang sempit, administrasi ialah suatu kegiatan penyusunan dan pencatatan sebuah data dan informasi
dengan sistematis yang bertujuan untuk menyediakan berbagai keterangan dan juga
memudahkan untuk memperolehnya kembali baik sebagian atau keseluruhan.
Sedangkan dalam arti yang luas, administrasi adalah suatu kegiatan berkaitan dengan kerja sama
yang dilakukan oleh suatu kelompok berdasarkan pembagian tugas atau kerja
dengan mendayagunakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menggapai tujuan
tertentu.
Administrsi adalah “keseluruhan peroses kerjasama antara dua orang
manusia atu lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai
tujuan” ada beberapahal yang terkandung dalam definisi diatas . pertama
administrasi sebagai seni adalah suatu peroses yang diketahui hanya permulaan
nya sedang akhir nya tidak ada. Kedua, administrasi mempunyai unsur-unsur
tertentu, yaitu: adanya dua manusia atau lebih, adnya tujuan yang hendak
dicapai, adanya tugas atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan, adanya
peralatan dan perlengkapa, untuk melaksanakan tugas-tugas itu. Kedalam golongan
peralatan dan perlengkapan termasuk pula waktu , tempat, peralatam materi serta
perlengkapan lainnya. Ketiga, bahwa administrasi sebagi peroses kerjasama bukan
merupkan hal yang baru karena iya telah timbul bersama-sama dengan timbulnya
peradaban manusia . (Sondang, P.Siagian: 1984: 3)
Rasionalisme administrasi
Nah setelah kita mengetahui apa itu
rasionalisme dan apa itu administrasi, jadi secara garis besar rasionalisme
administarsi adalah ilmu addmiistarsi merupakan hasil dari pemikiran dari akal
manusia, administarsi muncul karena manusia berpikir bangai mana agar suatu
perkerjaan/ tugas dapat dilaksanakan dengan efesien dan efektif. Maka dari itu
timbullah rasionalisme administrasi karena administrasi merupakan hasil
pemikiran manusia.
Rasio atu akal hanya dimiliki oleh manusia yang sempurna, melahirkan
kecakapan yang digunakan untuk menciptakan sesuatu yang dibutuhkan dan secara
bebas pula untuk mengubah sesuatu berdasarkan keinginan bagi manusia yang
bersangkutan. Rasio atu akal dapat mendorong manusia untuk menyadarkan diri
dari akan kepentingan dirinya maupun kepentingan orang lain. Perkembangan rasio
atau akal dalam rangka peroses penciptaan kualitas hidup manusia. Oleh sebab
itu, rasio atu akal memiliki memiliki fungsi praktis yang mengarahkan manusia
untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan, dam memiliki fungsi ilmiah yang
mengantarkan manusia untuk menalar suatu realita ke dalam alam pikir.
Akal sesungguhnya berfungsi untuk
meng oprasiakan atak dalam rangka mencari kebenaran, sesuai dengan pemaknaan
yang terkandung dalam materi ilmu pengetahuan yang bersangkutan . pemikiran
tentang kedudukan kebenaran ilmu pengethuanakan menciptakan logika yang dapat
menjaikan manusia kepada puncak kepakaran di bidang ilmu yang didalaminya.
Logika merupakan suatu teknik atua metode untuk menciptakan ketepatan dalam
penalaran kepada sesuatu objek tertentu, sedangkan penalaran adalah salash satu
dari bentuk pemikiran . bentuk lain dari pemikiran misalnya, pengertian,
konsep, proposisi tanapa pengertian dan tidak ada penalaran tanpa proporsisi.
Pengertian adalah sesuatu yang abstrak,
sedangkan abstrak adalah sesuatu yang bebas dari jumblah, tempat, dan waktu,
sedangkan konkret adalah sesuatu yang terkait pada jumblah, waktu, dan tempat.
Untuk mengkontruksi pengertian dapat dilakukan dengan menganti lambang .
lambang yang padling lazim dipergunakan adalah bahasa. Selanjutnya, proposisi
adalah rangkaian dari pengertian yang membentuk suatu pola pikir yang utuh,
sedangkan penalaran adalah peroses berfikir secara mendalam denagan bertolak
dari observasi empiris.
Kekurangan yang palianag menonjol
dari stidi-studi di bidang ilmu administrasi adalah kegagalan meraka untuk
sampai kepada pemahaman yang benar tentang pemikiran administrasi. Keteraturan
dalam hakikat administrasi merupakan peradaban yang besar untuk menciptakan lingkungan
yang cocok dari seluruh aspek kehidupan individu, kelompok sampai kepada
organisasi yang besar.
Pengunaan terminologi administrasi
merupakan sesuatu yang penting dari sudut pandang perspektif kerja sama
manusia. Keteraturan yang utuh dan harmonis terhadap bentuk kerja sama
berfungsi sebagai suatau kretaria yang sangast signifikan dalam mengevaluasi
pristiwa yang terjadi dalam suatu organisasi, bik formal mapun oerganisasi
informal, untuk mewujudkan harapan yang diinginkannya.
Perkembangan administrasi merupakan
hasil pengguanaan suatu metode secara sengaja, dengan menghubungkan pengalaman
dan akal pemikiran manusia. Administrasi awalmulanya bersumber dari pengetahuan
(knowledge) yng meliputi’ pengetahuan mengenai (knowledge about)’ disebut
dengan pengetahuan diskursif antu simbolok, diperoleh melalui suatu
perantaraan, dan “pengetahuan tentang (knowledge of)” disebut dengan
pengetahuan lansung atau intuisif. Intuisionisme tidak mengingkari nilai
pengalaman indrawi yang dialami oleh setiap manusia dalam melakukan sesuatu
pemikiran dan tindakann administrasi.
Metode
ilmiah dibidang administrasi mengikuti prosedur-prosedur tertentu yang sudah
pasti digunakan dalam rangaka usaha untuk memberikan jawanban atas
pertanyaan-pertanyaan yang diajuakan kepada ilmuan ilmuan administrasi. Metode
ilmiah administrasi diawali dari pengamatan dan diakhiri daripengamatan pulan,
tetapi awal dan akhir itu hanyalah merupakan pembagian, dan tak seorsng
ilmuanpun dapat menentukan awal dan akhir itu. Karena hali ini akan berproses
berdasarkan hakiakt polisilogisme, yang muatan premis mayor menuju moinor dan
minor menjadi mayor, demikian seterusnya dan sulit menentukan mana awal mana
akhir.
Pertanyaan yang muncul adalah bagi
manasesungguh nya rasionalisme itu.? Untuk menjadi pertannyaan ini dapat dikelompokan dalam dua
jenis jawaban. Pertama, cara berpikir. Jika seseorang cara berpikirnya sesuai
ntatanan atau norma norma yang dianut dalam komunitas masyarakat tertentu, dan
kedua, cara bertidak. Tindakan seseorang tidak bertrntangan dengan ketentuan
yang didepakati oleh komunitas masyarakat tertentu. Pemiiran atu tindakan yang
bertentangan dengan norma, kaidah, atau peraturan yang berlaku dalam komunitas
masyarakat, maka pikiran dan tindakan itu disebut irasional.
Rasioanalisme administrasi adalah
salah satu metode yang digunakan untuk memperoleh penetahuan dibidang
administrasi. Paham rasionalisme beranggapan bahwa sumber pengetahuan berasal
dari akal pikiran. Di samping itu, aliran rasionalisme tidak mengingakri adanya
pengalaman, tetapi pengalaman itu menjadi perangsang terhadap perroses
pemikiran. Descartes, sebagi pelopor aliran rasionalisme, senantiasan berusaha
mengemukakan suatu kebenaran yang tidak dapat diraguakn lagi sehingga
mengantarkan manusia kepada cahaya yang terang. (makmur: 2008: 55)
Penganut rasionalisme tertentu
mengakui banhwa dalam mencari kebenaran memerlukan cahaya ang terang dari akal
pikiran manusia , dengan mengunakan metode deduktif untuk menarik kesimpulan
persoalan administrasi secara spesifik tetapi mendalam. Demikianlah dengan
penguanaan metode induktif dari persoalan administrasi denagn menarik
kesimpulan menyeluruh, tetepi tidak secara mendalam terhadap pemaknaan
kebenaran. Pengalaman dibidang administrasi haya pelengkap bagi akal pikiran
dalam mencari pengalaman, sebagai bahan pendorong dalam penyelidikan untuk
menemukan kebenaran hakiki administrasi.
Bagaimana skematis permikiran
ontologi manusia yang beraliran rasionalisme di bidang ilmu administrasi
sebagai sarana manusia untuk mencari kebenaran dan kebaikan ilmu administrasi,
berikut polarasinya:

Dari
gambar diatas kita dapat gambaran bahwa rasionlisme administrasi berasal dari
akal masusia, lalu mulailah berfikir apa saja yang dibutuhkan dan apa saja yang
berguan, lalu meliahat dengan kenyataan yang ada (realita), lalu timbul
persepsi atau anggaapan seseorang nah darisanalah timbul rasionalisme
administrasi.
Referensi
ATANG, A.H. BENI, A.S
FILSAFAT UMUM, Bandung :2008 Pustaka Setia
Sondang P. Siagian,
FILSAFAT ADMINISTRASI, Jakarta 1984 Gunung Agung
Nasution, H. Bakti, FILSAFAT
UMUM , Jakarta 2001, Gaya Media Pratama
Rahmat, FILSAFAT
ADMINISTRASI Bandung 2013, Pustaka Setia
Makmur, haji, FILSAFAT ADMINISTRASI, 2008 Bumi
Aksara

Comments
Post a Comment