Organisasi Internasional Non Pemerintahan




sumber gambar dari google

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dewasa ini tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang dapat hidup sendiri dalam hubungannya dengan negara lain. Fungsi sosial dari suatu negara terhadap negara lain sangatlah besar dan oleh karena itu maka eksistensi dari suatu organisasi sangatlah diperlukan. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah negara-negara dalam menyalurkan aspirasi, kepentingan, dan pengaruh mereka
Sebagai anggota masyarakat internasional, suatu negara tidak dapat hidup tanpa adanya hubungan dengan negara lain. Hubungan antar negara sangat kompleks sehingga di perlukan pengaturan. Untuk mengaturnya agar mencapai tujuan bersama, negara-negara membutuhkan wadah yaitu Organisasi Internasional. Timbulnya hubungan internasional secara umum pada hakikatnya merupakan proses perkembangan hubungan antar Negara. Organisasi internasional yang anggota-anggota di dalamnya merupakan bidang-bidang non negara dikenal sebagai International Non-Governmental Organization (INGO). INGO memiliki peranan-peranan yang terbukti mampu memperbaiki kondisi perekonomian, sosial bahkan politik di beberapa negara di dunia. Untuk lebih memahami peranan INGO, maka dalam makalah ini akan memaparkan beberapa aspek terkait INGO, yang di antaranya Pengertian, Tipe-tipe Kegiatan, Misi dan Kepentingan,  dan contoh-contoh INGO.

B.  Rumusan Masalah
  1. Apa Pengertian Organisasi Internasional Non Pemerintah?
  2. Apa Tipe-tipe Kegiatan INGO?
  3. Apa Misi dan Kepentingan INGO?
  4. Organisasi apa yang termasuk INGO?
C.  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa yag dimaksud dengan INGO, Tipe-tipe Kegiatan, Misi dan Kepentingan, Organisasi yang termasuk INGO.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Organisasi Non Pemerintah
Organisasi Non Pemerintah oleh Liga Bangsa-Bangsa disebut Private Organization, namun Organisasi Non Pemerintah tersebut menyebut dirinya International Institute, International Union atau hanya sebagai Organisasi Internasional saja. Draf pertama Piagam PBB tidak menjelaskan tentang melakukan kerjasama dengan lembaga swasta, di San Fransisco bermacam-macam kelompok melakukan Lobby agar peran PBB diperluas dalam bidang ekonomi dan sosial dengan membentuk dewan Ekonomi dan Sosial (Ecosoc). Ecosoc mempunyai hubungan dengan 2 macam organisasi internasional yaitu “specialized agencies” yang didirikan dengan perjanjian antar negara dapat berpartisipasi tanpa memiliki hak suara, sementara “non goverment organization” mempunyai hak untuk melakukan pengaturan yang cocok untuk konsultasi

Lain halnya dengan IGO, INGO atau Organisasi Internasional Non-pemerintah tidak mewakili diri atas nama negara. Berfokus pada masalah non-kenegaraan (masalah sosial), bergerak secara global untuk memberi pelayanan tanpa memandang batas territorial negara. Contoh organisasi yang berada dalam naungan INGO adalah Greenpeace dan International Red Cross.

World Bank, mendefenisikan NGO sebagai “organisasi swasta yang menjalankan kegiatan untuk meringankan penderitaan, mengentaskan kemiskinan, memelihara lingkungan hidup, menyediakan layanan sosial dasar atau melakukan kegiatan pengembangan masyarakat”

International non-governmental organization didirikan oleh perseorangan atau kelompok-kelompok yang tidak memiliki keterkaitan dengan pemerintahan sebuah negara. Meski individu diakui sebagai salah satu subyek hukum internasional, international non-governmental organization yang didirikan oleh beberapa individu tidak serta merta menjadikannya sebagai subyek hukum internasional seperti negara ataupun organisasi internasional. Peran NGO akan nampak dalam proses pengambilan keputusan internasional yang lebih transparan, efek yang kuat dalam bidang supervisi serta pencarian fakta. Karakteristik INGO adalah tidak bekerja samadengan Partai Politik, bukan lembaga yang mencari keuntungan, dan tidak bekerja sama dengan organisasi kejahatan

B.     Tipe- Tipe Kegiatan
Menurut World Bank dalam Aksen Sinaga membagi NGO ke dalam 2 kelompok, yaitu: Operasional dan Advokasi.
1)      NGO Operasional
Tujuan utamanya adalah perancangan dan implementasi proyek pengembangan. Kelompok ini menggerakkan sumber daya dalam bentuk keuangan, material atau tenaga relawan, untuk menjalankan proyek dan program mereka. Proses ini umumnya membutuhkan organisasi yang kompleks. NGO operasional ini masih dapat dibagi atas 3 kelompok besar:
  1. Organisasi berbasis masyarakat – yang melayani suatu populasi khusus dalam suatu daerah geografis yang sempit;
  2. Organisasi Nasional – yang beroperasi dalam sebuah negara yang sedang berkembang, dan
  3. Organisasi Internasional – yang pada dasarnya berkantor pusat di negara maju dan menjalankan operasi di lebih dari satu negara yang sedang berkembang.

Sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an, kebanyakan contoh kolaborasi World Bank-NGO melibatkan NGO Internasional. Belakangan ini, tren tersebut telah berbalik. Dari seluruh proyek yang melibatkan kolaborasi NGO yang tercatat di tahun fiskal 94, 40% melibatkan organisasi berbasis masyarakat 70% melibatkan organisasi nasional and 10% melibatkan organisasi internasional.
2)      NGO Advokasi
Tujuan utamanya adalah mempertahankaan atau memelihara suatu isu khusus dan bekerja untuk mempengaruhi kebijakan dan tindakan pemerintah untuk atau atas isu itu. Berlawanan dengan manajemen proyek operasional, organisasi ini pada dasarnya berusaha untuk meningkatkan kesadaran (awareness) dan pengetahuan dengan melakukan lobi, kegiatan pers dan kegiatan-kegiatan aktivis. NGO ini pada dasarnya bekerja melalui advokasi atau kampanye atas suatu isu dan tidak mengimplementasikan program. Kelompok ini menjalankan fungsi yang hampir sama dengan kelompok operasional, namun dengan tingkatan dan komposisi yang berbeda. Pencarian dana masih perlu namun dengan ukuran yang lebih kecil.

NGO dapat pula dikelompokkan berdasarkan orientasi dan tingkat operasi:
1.      Berdasarkan Orientasi
Orientasi Amal (Charitable) sering melibatkan kerja pola top-down dengan sedikit partisipasi penerima manfaat. Kegiatan NGO diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan makanan pada orang miskin, pakaian dan obat-obatan, perumahan, sekolah, dll. NGO ini dapat juga melakukan aktifitas bantuan pada bencana alam atau bencana akibat perbuatan manusia.
Orientasi pelayanan mencakup NGO yang aktifitasnya berupa penyediaan jasa pelayanan kesehatan, perencanaan keluarga atau pelayanan pendidikan yang programnya dirancang oleh NGO dan masyarakat diharapkan berpartisipasi dalam implementasinya dan dalam penerimaan layanannya.
Orientasi partisipasi dicirikan dengan proyek kelola sendiri (self-help projects) dimana penduduk setempat dilibatkan dalam implementasi proyek dengan cara memberi bantuan uang tunai, peralatan, lahan, bahan-bahan, tenaga kerja, dll. Dalam proyek pengembangan masyarakat yang klasik, partisipasi dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan dilanjutkan kepada tahap perencanaan dan implementasi.
Orientasi pemberdayaan tujuannya adalah membantu orang miskin untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik terhadap faktor-faktor sosial, politik, dan ekonomi yang mempengaruhi kehidupan mereka, dan untuk meningkatkan kesadaran mereka akan kekuatan potensial yang mereka miliki untuk mengendalikan kehidupan mereka. Kadang-kadang, kelompok ini berkembang secara spontan akibat adanya suatu masalah atau isu, dan NGO memainkan peranan fasilitasi dalam perkembangan mereka

2.      Berdasarkan tingkatan operasi
Organisasi berbasis masyarakat muncul dari inisiatif orang-orang itu sendiri. Ini dapat mencakup klub olahraga, organisasi perempuan, organisasi jiran, organisasi agama atau pendidikan. Ada banyak variasi dari jenis ini. Sebagian didukung oleh NGO, atau badan bilateral atau internasional, dan yang lainnya independen dari bantuan pihak luar. Sebagian bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat miskin kota atau membantu mereka memahami hak-hak mereka dalam memperoleh akses kepada layanan yag dibutuhkan sementara yang lain terlibat dalam penyediaan layanan itu sendiri.

Organisasi perkotaan (Citywide Organizations) mencakup organisasi seperti Rotary atau Lion’s Club, kamar dagang dan industri, koalisi bisnis, kelompok etnis dan pendidikan dan asosiasi organisasi masyarakat. Sebagian berdiri untuk tujuan tertentu namun menjadi terlibat dalam membantu orang miskin sebagai satu dari banyak kegiatannya, sementara yang lain dibentuk untuk tujuan khusus yaitu membantu orang miskin.

NGO nasional mencakup organisasi seperti Palang Merah (Red Cross), organisasi profesi, dll. Sebagian di antaranya memiliki cabang di suatu negara dan membantu NGO setempat.
NGO internasional mulai dari badan sekuler seperti organisasi Save the Children, OXFAM, CARE, Ford and Rockefeller Foundations hingga kelompok yang didasarkan oleh agama. Kegiatan mereka bervariasi dari pencariaan dana hingga implementasi proyek

Selain itu tipe kegiatan NGO menurut Clark adalah
a.       relief and welfare agencies
b.      technical innovation organization
c.       public service contractor
d.      popular development agencies
e.       grassroot development organization
f.       advicacy groups and network 

C. Misi dan Kepentingan
Dalam menjalankan misinya INGO mengaspirasikan kepentingan kelompok tertentu, negara tertentu atau blok-blok tertentu. Tidak jarang INGO mengkampanyekan dan menyuarakan kepentingan yang menjadi sponsor pendanaan kegiatan tersebut. Sehingga dapat dikatakan INGO mirip dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang ada di Indonesia, namun ada perbedaan yang mencolok antara INGO dan LSM yaitu dalam sisi pendanaan. LSM dalam negeri mendapat sumbangan dari anggaran pemerintah ataupun non-pemerintah. Sedangkan INGO didanai anggaran non-pemerintah saja.

INGO hadir sebagai wadah bagi para individu, masyarakat, dan elemen negara untuk turut berinteraksi dalam dunia internasional dan untuk berperan serta dalam proses perkembangan dan juga perubahan sosial yang bisa jadi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah atau negara (Lewis 2009, 1).
Hal ini mengingat, sebelum INGO terbentuk, akses untuk aktor non negara dalam memasuki interaksi internasional sangat terbatas, baik dalam bidang politik, keamanan, ekonomi dan beberapa aspek lainnya. Keadaan ini dapat terjadi karena, pemerintah atau negara cenderung memproteksi interaksi yang ada dengan negara yang lainnya agar nantinya kebijakan yang diambil oleh negara tidak dipengaruhi oleh aktor-aktor selain negara.

D.    Organisasi Internasional Non Pemerintah
I.                   Greenpeace
Di tahun 1971, berawal dari sekelompok aktivis  yang berlayar dari Vancouver, Cananda dengan kapal nelayan tua. Misi mereka untuk "menjadi saksi kerusakan" karena percobaan nuklir yang di lakukan AS di Amchitka, Sebuah pulau kecil di lepas pantai Alaska. Amchitka adalah tempat perlindungan terakhir 3000 berang-berang dan rumah untuk elang kepala botak dan hewan liar lainnya.
Greenpeace merupakan organisasi nirlaba yang aktif dalam advokasi perlindungan lingkungan, organisasi ini mengkampanyekan 8 agenda penting yaitu :
a.       Hentikan Pergantian Iklim (Stop Climate Change)
b.      Lindungi Hutan Purbakala (Protect Ancient Forest)
c.       Selamatkan Laut
d. Hentikan Perburuan Paus
e. Katakan Tidak Pada Rekayasa Genetik
f. Hentikan Ancaman Nuklir
g. Kurangi Racun-Racun Kimiawi
h. Mendukung Perdangan Berkelanjutan
Cara-cara yang ditempuh Greenpeace adalah dengan cara diplomasi, diskusi publik, debat publik secara terbuka serta terus mempublikasikan kejahatan-kejahatan lingkngan serta menuntut korporasi serta pemerintah untuk menjadi pelindung lingkungan terhadap masa depan kita.
Pada tahun 1985 organisasi ini terlibat dalam upaya menghalangi ujicoba senjata nuklir di kepulauan Murorroa  oleh Prancis dengan klimaksnya ketika kapal Greenpeace  yang bernama Rainbow Warrior di bom oleh tentara prancis, kejadian ini dikenal dengan Rainbow Warrior Case yang juga melibatkan pemerintah Selandia Baru. Kantor pusat dari Greenpeace berada di Amsterdam, Belanda, Greenpeace mempunyai 2,8 Juta pendukung di seluruh dunia, Nasional dan kantor regional di 41 negara.

II.                International Committee of The Red Cross (ICRC)
Saat pasukan Italia dan Francis bertempur di solferino Italia Utara tanggal 24 Juni 1859, banyak korban berjatuhan sampai membuat bantuan medis militer tidak cukup merawat pasukan yang terluka. Melihat hal tersebut Herry Dunant seorang berkebangsaan Swiss menulis buku yang berjudul “Kenangan dari Solferino”, dalam bukunya tersebut Herry Dunant mengemukakan : 
Pertama, membentuk organisasi sukarelawan, yang akandisiapkan pada masa damai untuk menolong para prajurit yang terluka di medan perang
Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang terluka dan sukarelawan yang merawat prajurit tersebut. 
Pada tahun 1863 terbentuklah International Committee of The Red Cross (ICRC). Berdasar gagasan pertama, dibentuklah organisasi relawan di stiap negara yang disebut Perhimpunan palang merah atau Bulan sabit merah Nasional. Berdasarkan gagasan kedua, pada tahun 1864 diadakan konfrensi  yang menyetujui “konvensi untuk perbaikan kondisi prajurit yang cedera di medan perang” dan disempurnakan menjadi Konvensi Jenewa 1949, konvensi tersebut juga dikenal sebagai Hukum Humaniter Internasional. Yang pada dasarnya berisi mengurangi kejahatan perang, serta kerusakan harta benda yang disebabkan pertikaian bersenjata.
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Gerakan ini terdiri dari :
1.      Komite Internasional Palang Merah /ICRC
Organisasi ini bukan dimiliki berbagai negara, namun merupakan suatu organisasi yang bersigfat mandiri. ICRC berusaha selalu memberikan perlindungan dan korban kepada para korban, baik dalam pertikaian bersenjata maupun dalam kekacauan intern. ICRC merupakan pendiri dan anggota gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Inisiator, pendukung, penyebar dan pengawas HHI. Dan penyelenggara operasi kemanusiaan atas inisiatif sendiri 
2.  Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional
Perhimpunan nasional akan diakui sebagai gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional jika :
a.       didirikan di negara yang menyetujui Konvensi Jenewa untuk perbaikan kondisi prajurit yang cedera dan sakit di medan perang
b.      satu-satunya Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di negara tersebut
c.       diakui pemerintah
d.      bersifat mandiri dan sesuai prinsip gerakan
e.       memakai nama dan lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
f.       diorganisit supaya dapat melaksanakan tugasnya waktu perang
g.      melaksanakan tugasnya di seluruh wilayah
h.      menerima anggota tanpa pilih2
i.        menyetujui anggaran dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah internasional
j.        menghormati prinsip dasar gerakan dan mematuhi hukum humaniter internasonal

3.      Federasi Perhimpunan  Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Sebelumnya bernama Liga perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, pada tahun 1991 diubah menjadi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, federasi ini merupakan lembaga non-pemerintah, Federasi ini meliputi semua perhimpunan nasional yang telah diakui dan juga berfungsi sebagai sekretariat pusat dan forum diskusi bagi semua organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah nasional. 
Di samping hal-hal diatas juga setiap 2 tahun diadakan pertemuan Dewan Delegasi yang anggotanya terdiri atas wakil-wakil 3 gerakan diatas.  


III.             Borneo Tropical Rainforest Foundation (BTRF)

Bidang : Konservasi hutan
Alamat : Deutsche Bank Building, 11th fl oor, Suite 1101 Jl. Imam Bonjol No.80 Jakarta 10310 Telepon : 021-3983 1302 Faksimil : 021-3983 1303
Ketua :-, Country Director (0816 4212 588)
Mitra : Kementerian Kehutanan
Status : Disetujui forum rapat registrasi tanggal 5 Juni 2006
No. Registrasi : 1413/SB/XII/2006/51 tertanggal 6 Desember 2006

       Misi utama BTRF adalah secara jangka panjang melindungi dan mengelola hutan hujan yang berada dalam keadaan kritis, khususnya di Provinsi Kalimantan yang menjadi tempat terjadinya kasus deforestasi. BTRF berkomitmen untuk bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Daerah  serta pihak lainnya untuk mengidektifi kasi, mempromosikan dan memfasilitasi strategi baru untuk melindungi hutan hujan lindung
Borneo Tropical Rainforest Resort adalah resor agro dan alam yang terletak di lingkungan alami hutan hujan tropis yang masih alami dan lebat di Lambir Hills yang berdekatan dengan Taman Nasional Lambir Hills yang terkenal. Terletak di sepanjang Jalan Miri-Bintulu, resor ini hanya 30 menit berkendara atau 32 km dari Bandara Miri dan 50 menit berkendara 39 km dari kota Miri.
Borneo Tropical Rainforest Resort memiliki koleksi unik spesies pohon hutan dan serangga yang hanya dapat ditemukan di hutan hujan Borneo. Jelajahi dan jelajahi jalan setapak yang dirancang khusus untuk pengalaman nyata dengan pohon-pohon dan spesies tanaman eksotis, berjalan-jalan dan nikmati buah-buahan tropis segar dari kebun kebun, ikuti tur pendidikan ke peternakan hewan domestik, atau bersantai dan menikmati hidangan Internasional dan Asia disajikan di One Tree Hill Café dan Palm Restaurant & Bar menghadap kanopi dataran Lambir Hills yang spektakuler dan panorama.
Terletak di lingkungan yang tenang dan tenang, Borneo Tropical Rainforest Resort benar-benar merupakan tempat beristirahat untuk relaksasi dan revitalisasi tubuh, pikiran dan jiwa, undangan untuk melarikan diri dari hiruk-pikuk kehidupan kota.



IV.             Scout (kepanduan)
      Gerakan Kepanduan adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih fisikmental dan spiritualpara pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan. Saat ini, terdapat lebih dari 38 juta anggota kepanduan dari 217 negara dan teritori.
Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell, seorang letnan jendral angkatan bersenjata Britania Raya, dan William Alexander Smith, pendiri Boy's Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama (dikenal sebagai jamboree) di Kepulauan BrownseaInggris.
Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota MafekingAfrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militermempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tetapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.
Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu.
Pada tahun 1906, Ernest Thompson Seton mengirimkan Baden-Powell sebuah buku karyanya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, seorang keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika Serikat, sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda.
Pertemuannya dengan Seton tersebut mendorongnya untuk menulis kembali bukunya, Aids to Scouting, dengan versi baru yang diberi judul Boy's Patrols. Buku tersebut dimaksudkan sebagai buku petunjuk kepanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian, untuk menguji ide-idenya, dia mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di Kepulauan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya (sekarang dikenal dengan sistem patroli atau patrol system dalam bahasa Inggris) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian menunjuk salah satu di antara mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut.
Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting fo Boys, yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (Boy Scout Handbook) edisi pertama.
Saat itu Baden-Powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa organisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan tersebut.
Seiring dengan bertambahnya jumlah anggota, Baden-Powell semakin kesulitan membimbing mereka; Ia membutuhkan asisten untuk membantunya. Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membentuk sebuah Pusat Pelatihan Kepemimpinan bagi Orang Dewasa (Adult Leadership Training Center). Pada tahun 1919, sebuah taman di dekat London dibeli sebagai lokasi pelatihan tersebut. Ia pun menulis buku baru yang berjudul Aids to Scoutmastership dan beberapa buku lainnya yang kemudian ia kumpulkan dan disatukan dalam buku berjudul Rovering to Success for Rover Scouts pada tahun 1922.
Sekalipun Gerakan Kepanduan didirikan Baden-Powell, tetapi ia banyak terinspirasi Frederick Russell Burnham, orang Amerika yg membantu Inggris di Afrika Selatan. Burnham banyak belajar teknik hidup di alam bebas dari ayahnya yang menjadi pastor di tempat penampungan (reservasi) orang Indian. Burnham yang sukses menghadapi beberapa perang pemberontakan Indian, lalu pergi ke Afrika Selatan & berkenalan dengan Baden-Powell di Perang Boer. Dari Burnhamlah Baden-Powell menyusun berbagai ketrampilan-ketrampilan dasar yang diperlukan seorang Boy Scout (Pandu). Terinspirasi orang Indian. Selanjutnya di Gerakan Kepanduan, Burnham diangkat sebagai “Kepala Suku” pertama dari gerakan yg didirikan Baden-Powell.
Tak lama setelah buku Scouting For Boys diterbitkan, Pramuka mulai dikenal di seluruh Inggris dan Irlandia. Gerakannya sendiri, secara perlahan tetapi pasti, mulai dicoba dan diterapkan diseluruh wilayah kerajaan Inggris dan koloninya.
Unit kepanduan di luar wilayah kerajaan Inggris yang pertama diakui keberadaannya, dibentuk di Gilbraltar pada tahun 1908, yang kemudian diikuti oleh pembentukan unit lainnya di Malta. Kanada ialah koloni Inggris pertama yang mendapat izin dari kerajaan Inggris untuk mendirikan gerakan kepanduan, diikuti oleh AustraliaSelandia Baru, dan Afrika SelatanChili ialah negara pertama di luar Inggris dan koloninya yang membentuk gerakan kepanduan. Parade Pramuka pertama diadakan di Crystal Palace, London pada tahun 1910. Parade tersebut menarik minat para remaja di Inggris. Tidak kurang dari 10.000 remaja putra dan putri tertarik untuk bergabung dalam kegiatan kepanduan. Pada 1910 Argentina, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, India, Meksiko, Belanda, Norwegia, Russia, Singapura, Swedia, dan Amerika Serikat tercatat telah memiliki organisasi kepramukaan.
Semenjak didirikan, Gerakan Pramuka yang memfokuskan program pada remaja usia 11-18 tahun telah mendapat respon yang menggembirakan, anggota bertambah dengan cepat. Kebutuhan program pun dengan sendirinya bertambah. Untuk memenuhi keinginan dan ketertarikan para generasi muda pada saat itu, gerakan pramuka menambah empat program dalam organisasinya untuk melebarkan lingkup keanggotaan gerakan pramuka. Keempat prpogram tersebut meliputi : Pendidikan Generasi Muda usia dini, Usia Remaja, pendidikan kepanduan putri, dan pendidikan kepemimpinan bagi pembina.
Program untuk golongan siaga, unit Satuan Karya, dan Penegak/pandega mulai disusun pada akhir tahun 1910 di beberapa negara. Terkadang, kegiatan kegiatan tersebut hanya berawal di tingkat lokal/ ranting yang dikelola dalam skala kecil, baru kemudian diakui dan diadopsi oleh kwartir nasional. Kasus serupa terjadi pada pendirian golongan siaga di Amerika Serikat, yang program golongan siaganya telah dimulai sejak 1911 di tingkat ranting namun belum mendapatkan pengakuan hingga 1930.
Sejak awal didirikannya gerakan kepanduan, para remaja putri telah mengisyaratkan besarnya minat mereka untuk bergabung. Untuk mengakomodasi minat tersebut, Agnes Baden Powell —adik dari bapak kepanduan sedunia, Robert Baden Powell,— pada tahun 1910 ditunjuk menjadi presiden organiasi kepanduan putri pertama di dunia. Agnes pada awalnya menamakan organisasi tersebut Rosebud, yang kemudian berganti menjadi Brownies (Girl Guide) pada 1914. Agnes mundur dari kursi presiden pada tahun 1917 dan digantikan oleh Olive Baden Powell, istri dari Lord Baden-Powell. Agnes tetap menjabat sebagai wakil presiden hingga ia meninggal pada usia 86 tahun. Pada waktu tersebut, kepanduan putri telah diposisikan sebagai unit terpisah dari kepanduan pria, hal tersebut dilakukan menimbang norma sosial yang berlaku saat tersebut. Pada era 90-an, Banyak organisasi kepanduan di dunia yang saling bekerjasama antara unit putra dan putri untuk memberikan pendidikan kepanduan.
Program awal bagi pendidikan pembina diadakan di London pada tahun 1910, dan di Yorkshire pada tahun 1911. Namun, Baden Powell menginginkan pendidikan tersebut dapat dipraktikkan semaksimal mungkin. Hal tersebut berarti bahwa dalam setiap pendidikan diperlukan praktik lapangan semisal berkemah. Hal ini membimbing pembentukan kursus Woodbadge. Akibat Perang Dunia I, pendidikan woodbadge bagi para pembina tertunda hingga tahun 1919. Pada tahun tersebut, diadakan kursus woodbadge pertama di Gilwell Park. Pada saat ini, pendidikan bagi pembina telah beragam dan memiliki cakupan yang luas. Beberapa pendidikan yang cukup terkenal bagi pembina, seperti Pendidikan dasar, Pendidikan spesifik golongan, hingga kursus Woodbadge.

V.                FAO (Food and Agriculture Organizati)
Organisasi Pangan dan Pertanian (bahasa InggrisFood and Agriculture Organization, sering disingkat FAObahasa PrancisOrganisation des Nations unies pour l'alimentation et l'agriculturebahasa ItaliaOrganizzazione delle Nazioni Unite per l'Alimentazione e l'Agricoltura) berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bermarkas di RomaItalia, FAO bertujuan untuk menaikkan tingkat nutrisi dan taraf hidup; meningkatkan produksi, proses, pemasaran dan penyaluran produk pangan dan pertanian; mempromosikan pembangunan di pedesaan; dan melenyapkan kelaparan. Misalnya, langkah FAO untuk membasmi lalat buah Mediterania dari Lembah Sungai Karibia menguntungkan industri jeruk Amerika Serikat.
FAO dibentuk tahun 1945 di Quebec CityQuebecKanada. Pada 1951, markasnya dipindahkan dari Washington, D.C., AS ke Roma, Italia. Terhitung 26 November 2005, FAO mempunyai 189 anggota (188 negara dan Komunitas Eropa).
Aktivitas utama FAO terkonsentrasi pada 4 bagian:






















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
International non-goverment Organization adalah organisasi social/ swasta yang tidak mewakili diri atas nama negara yang menjalankan kegiatan untuk meringankan penderitaan, mengentaskan kemiskinan, memelihara lingkungan hidup, menyediakan layanan sosial dasar atau melakukan kegiatan pengembangan masyarakat tanpa memandang batas negara. Tipe kegiatan INGO dibagi 2 yaitu :
1.      Operasional yaitu menggerakkan sumber daya dalam bentuk keuangan, material atau tenaga relawan, untuk menjalankan proyek dan program mereka.
2.      Advokasi bekerja untuk mempengaruhi kebijakan dan tindakan pemerintah atas suatu isu. Dalam menjalankan misinya INGO mengaspirasikan kepentingan kelompok tertentu, negara tertentu atau blok-blok tertentu. Tidak jarang INGO mengkampanyekan dan menyuarakan kepentingan yang menjadi sponsor pendanaan kegiatan.

B.     Saran
Peran INGO di dunia internasional sangat terasa akhir-akhir ini, INGO mampu mempengaruhi kebijakan Internasional atapun nasional suatu negara, INGO juga aktif dalam membantu masyarakat yang belum tersentuh pemerintah, jadi sebagai generasi penerus peradapan, mahasiswa harus turut serta membangun dan menjaga tatanan kehidupan dunia menjadi lebih baik salah satunya melalui INGO









DAFTAR PUSTAKA

Suherman, Ade Maman. 2003. Organisasi Internasional Dan Integrasi Ekonomi    Regional Dalam Perspektif Hukum Dan Globalisasi. Jakarta : Ghalia Indonesia
Non-Governmental Organizations and Development' (Routledge 2009, with Nazneen Kanji) Lewis, David. 2009. Nongovernmental Organization, Definition and History.
[PDF] London School of Economic and Political Science, [online] dalam http://personal.lse.ac.uk/lewisd/images/encylciv%20societyngos2009-dl.pdf
https://askensinaga.wordpress.com/2008/06/02/ngo-defenisi-sejarah-peranan-pengelompokan-dan-karir/
http://www.greenpeace.org/seasia/id/



Comments

  1. Buy Titanium Lights on the go
    For its dewalt titanium drill bit set performance on the Genesis, titanium undertaker Sega took the opportunity to play the game on the go. After being upgraded, Sonic's columbia titanium boots Ultimate titanium fat bike Genesis $59.99 · ‎Out tungsten titanium of stock

    ReplyDelete

Post a Comment