Organisasi Internasional Non Pemerintahan
![]() |
| sumber gambar dari google |
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini tidak dapat dipungkiri
bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang dapat hidup sendiri dalam
hubungannya dengan negara lain. Fungsi sosial dari suatu negara terhadap negara
lain sangatlah besar dan oleh karena itu maka eksistensi dari suatu organisasi
sangatlah diperlukan. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah negara-negara
dalam menyalurkan aspirasi, kepentingan, dan pengaruh mereka.
Sebagai anggota masyarakat
internasional, suatu negara tidak dapat hidup tanpa adanya hubungan dengan
negara lain. Hubungan antar negara sangat kompleks sehingga di perlukan
pengaturan. Untuk mengaturnya agar mencapai tujuan bersama, negara-negara
membutuhkan wadah yaitu Organisasi Internasional. Timbulnya hubungan
internasional secara umum pada hakikatnya merupakan proses perkembangan
hubungan antar Negara. Organisasi internasional yang anggota-anggota di
dalamnya merupakan bidang-bidang non negara dikenal sebagai International
Non-Governmental Organization (INGO). INGO memiliki peranan-peranan yang
terbukti mampu memperbaiki kondisi perekonomian, sosial bahkan politik di
beberapa negara di dunia. Untuk lebih memahami peranan INGO, maka dalam makalah
ini akan memaparkan beberapa aspek terkait INGO, yang di antaranya Pengertian,
Tipe-tipe Kegiatan, Misi dan Kepentingan,
dan contoh-contoh INGO.
B. Rumusan Masalah
- Apa Pengertian
Organisasi Internasional Non Pemerintah?
- Apa
Tipe-tipe Kegiatan INGO?
- Apa
Misi dan Kepentingan INGO?
- Organisasi
apa yang termasuk INGO?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah
untuk mengetahui apa yag dimaksud dengan INGO, Tipe-tipe Kegiatan, Misi dan
Kepentingan, Organisasi yang termasuk INGO.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Organisasi Non Pemerintah
Organisasi Non Pemerintah oleh Liga Bangsa-Bangsa disebut
Private Organization, namun Organisasi Non Pemerintah tersebut menyebut dirinya
International Institute, International Union atau hanya sebagai Organisasi
Internasional saja. Draf pertama Piagam PBB tidak menjelaskan tentang melakukan
kerjasama dengan lembaga swasta, di San Fransisco bermacam-macam kelompok
melakukan Lobby agar peran PBB diperluas dalam bidang ekonomi dan sosial dengan
membentuk dewan Ekonomi dan Sosial (Ecosoc). Ecosoc mempunyai hubungan dengan 2
macam organisasi internasional yaitu “specialized agencies” yang didirikan
dengan perjanjian antar negara dapat berpartisipasi tanpa memiliki hak suara,
sementara “non goverment organization” mempunyai hak untuk melakukan pengaturan
yang cocok untuk konsultasi
Lain halnya dengan IGO, INGO atau Organisasi Internasional
Non-pemerintah tidak mewakili diri atas nama negara. Berfokus pada masalah
non-kenegaraan (masalah sosial), bergerak secara global untuk memberi pelayanan
tanpa memandang batas territorial negara. Contoh organisasi yang berada dalam
naungan INGO adalah Greenpeace dan International Red Cross.
World Bank, mendefenisikan NGO sebagai “organisasi swasta
yang menjalankan kegiatan untuk meringankan penderitaan, mengentaskan
kemiskinan, memelihara lingkungan hidup, menyediakan layanan sosial dasar atau
melakukan kegiatan pengembangan masyarakat”
International non-governmental organization didirikan oleh
perseorangan atau kelompok-kelompok yang tidak memiliki keterkaitan dengan
pemerintahan sebuah negara. Meski individu diakui sebagai salah satu subyek
hukum internasional, international non-governmental organization yang didirikan
oleh beberapa individu tidak serta merta menjadikannya sebagai subyek hukum
internasional seperti negara ataupun organisasi internasional. Peran NGO akan
nampak dalam proses pengambilan keputusan internasional yang lebih transparan,
efek yang kuat dalam bidang supervisi serta pencarian fakta. Karakteristik INGO
adalah tidak bekerja samadengan Partai Politik, bukan lembaga yang mencari
keuntungan, dan tidak bekerja sama dengan organisasi kejahatan
B.
Tipe-
Tipe Kegiatan
Menurut World Bank dalam Aksen Sinaga membagi NGO ke dalam 2
kelompok, yaitu: Operasional dan Advokasi.
1) NGO Operasional
Tujuan utamanya adalah perancangan dan implementasi proyek
pengembangan. Kelompok ini menggerakkan sumber daya dalam bentuk keuangan,
material atau tenaga relawan, untuk menjalankan proyek dan program mereka.
Proses ini umumnya membutuhkan organisasi yang kompleks. NGO operasional ini
masih dapat dibagi atas 3 kelompok besar:
- Organisasi
berbasis masyarakat – yang melayani suatu populasi khusus dalam suatu
daerah geografis yang sempit;
- Organisasi
Nasional – yang beroperasi dalam sebuah negara yang sedang berkembang, dan
- Organisasi
Internasional – yang pada dasarnya berkantor pusat di negara maju dan
menjalankan operasi di lebih dari satu negara yang sedang berkembang.
Sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an, kebanyakan contoh
kolaborasi World Bank-NGO melibatkan NGO Internasional. Belakangan ini, tren
tersebut telah berbalik. Dari seluruh proyek yang melibatkan kolaborasi NGO
yang tercatat di tahun fiskal 94, 40% melibatkan organisasi berbasis masyarakat
70% melibatkan organisasi nasional and 10% melibatkan organisasi internasional.
2) NGO Advokasi
Tujuan utamanya adalah mempertahankaan atau memelihara suatu
isu khusus dan bekerja untuk mempengaruhi kebijakan dan tindakan pemerintah
untuk atau atas isu itu. Berlawanan dengan manajemen proyek operasional,
organisasi ini pada dasarnya berusaha untuk meningkatkan kesadaran (awareness)
dan pengetahuan dengan melakukan lobi, kegiatan pers dan kegiatan-kegiatan
aktivis. NGO ini pada dasarnya bekerja melalui advokasi atau kampanye atas
suatu isu dan tidak mengimplementasikan program. Kelompok ini menjalankan fungsi
yang hampir sama dengan kelompok operasional, namun dengan tingkatan dan
komposisi yang berbeda. Pencarian dana masih perlu namun dengan ukuran yang
lebih kecil.
NGO
dapat pula dikelompokkan berdasarkan orientasi dan tingkat operasi:
1.
Berdasarkan
Orientasi
Orientasi Amal (Charitable) sering melibatkan kerja pola
top-down dengan sedikit partisipasi penerima manfaat. Kegiatan NGO diarahkan
untuk pemenuhan kebutuhan makanan pada orang miskin, pakaian dan obat-obatan,
perumahan, sekolah, dll. NGO ini dapat juga melakukan aktifitas bantuan pada
bencana alam atau bencana akibat perbuatan manusia.
Orientasi
pelayanan mencakup NGO yang aktifitasnya berupa penyediaan jasa pelayanan
kesehatan, perencanaan keluarga atau pelayanan pendidikan yang programnya
dirancang oleh NGO dan masyarakat diharapkan berpartisipasi dalam
implementasinya dan dalam penerimaan layanannya.
Orientasi partisipasi dicirikan dengan proyek kelola sendiri
(self-help projects) dimana penduduk setempat dilibatkan dalam implementasi
proyek dengan cara memberi bantuan uang tunai, peralatan, lahan, bahan-bahan,
tenaga kerja, dll. Dalam proyek pengembangan masyarakat yang klasik,
partisipasi dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan dilanjutkan kepada tahap
perencanaan dan implementasi.
Orientasi pemberdayaan tujuannya adalah membantu orang
miskin untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik terhadap faktor-faktor
sosial, politik, dan ekonomi yang mempengaruhi kehidupan mereka, dan untuk
meningkatkan kesadaran mereka akan kekuatan potensial yang mereka miliki untuk
mengendalikan kehidupan mereka. Kadang-kadang, kelompok ini berkembang secara
spontan akibat adanya suatu masalah atau isu, dan NGO memainkan peranan
fasilitasi dalam perkembangan mereka
2.
Berdasarkan
tingkatan operasi
Organisasi berbasis masyarakat muncul dari inisiatif
orang-orang itu sendiri. Ini dapat mencakup klub olahraga, organisasi
perempuan, organisasi jiran, organisasi agama atau pendidikan. Ada banyak
variasi dari jenis ini. Sebagian didukung oleh NGO, atau badan bilateral atau internasional,
dan yang lainnya independen dari bantuan pihak luar. Sebagian bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat miskin kota atau membantu mereka memahami
hak-hak mereka dalam memperoleh akses kepada layanan yag dibutuhkan sementara
yang lain terlibat dalam penyediaan layanan itu sendiri.
Organisasi perkotaan (Citywide Organizations) mencakup
organisasi seperti Rotary atau Lion’s Club, kamar dagang dan industri, koalisi
bisnis, kelompok etnis dan pendidikan dan asosiasi organisasi masyarakat. Sebagian
berdiri untuk tujuan tertentu namun menjadi terlibat dalam membantu orang
miskin sebagai satu dari banyak kegiatannya, sementara yang lain dibentuk untuk
tujuan khusus yaitu membantu orang miskin.
NGO nasional mencakup organisasi seperti Palang Merah (Red
Cross), organisasi profesi, dll. Sebagian di antaranya memiliki cabang di suatu
negara dan membantu NGO setempat.
NGO
internasional mulai dari badan sekuler seperti organisasi Save the Children,
OXFAM, CARE, Ford and Rockefeller Foundations hingga kelompok yang didasarkan
oleh agama. Kegiatan mereka bervariasi dari pencariaan dana hingga implementasi
proyek
Selain
itu tipe kegiatan NGO menurut Clark adalah
a.
relief
and welfare agencies
b.
technical
innovation organization
c.
public
service contractor
d.
popular
development agencies
e.
grassroot
development organization
f.
advicacy
groups and network
C. Misi dan Kepentingan
Dalam menjalankan misinya INGO mengaspirasikan kepentingan
kelompok tertentu, negara tertentu atau blok-blok tertentu. Tidak jarang INGO
mengkampanyekan dan menyuarakan kepentingan yang menjadi sponsor pendanaan
kegiatan tersebut. Sehingga dapat dikatakan INGO mirip dengan LSM (Lembaga
Swadaya Masyarakat) yang ada di Indonesia, namun ada perbedaan yang mencolok
antara INGO dan LSM yaitu dalam sisi pendanaan. LSM dalam negeri mendapat
sumbangan dari anggaran pemerintah ataupun non-pemerintah. Sedangkan INGO
didanai anggaran non-pemerintah saja.
INGO hadir sebagai wadah bagi para individu, masyarakat, dan
elemen negara untuk turut berinteraksi dalam dunia internasional dan untuk
berperan serta dalam proses perkembangan dan juga perubahan sosial yang bisa
jadi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah atau negara (Lewis 2009, 1).
Hal ini mengingat, sebelum INGO terbentuk, akses untuk aktor
non negara dalam memasuki interaksi internasional sangat terbatas, baik dalam
bidang politik, keamanan, ekonomi dan beberapa aspek lainnya. Keadaan ini dapat
terjadi karena, pemerintah atau negara cenderung memproteksi interaksi yang ada
dengan negara yang lainnya agar nantinya kebijakan yang diambil oleh negara
tidak dipengaruhi oleh aktor-aktor selain negara.
D. Organisasi Internasional Non
Pemerintah
I.
Greenpeace
Di tahun 1971, berawal dari sekelompok aktivis yang
berlayar dari Vancouver, Cananda dengan kapal nelayan tua. Misi mereka untuk
"menjadi saksi kerusakan" karena percobaan nuklir yang di lakukan AS
di Amchitka, Sebuah pulau kecil di lepas pantai Alaska. Amchitka adalah tempat
perlindungan terakhir 3000 berang-berang dan rumah untuk elang kepala botak dan
hewan liar lainnya.
Greenpeace merupakan organisasi nirlaba yang aktif dalam
advokasi perlindungan lingkungan, organisasi ini mengkampanyekan 8 agenda
penting yaitu :
a. Hentikan Pergantian Iklim (Stop
Climate Change)
b. Lindungi Hutan Purbakala (Protect
Ancient Forest)
c. Selamatkan Laut
d. Hentikan Perburuan Paus
e. Katakan Tidak Pada Rekayasa Genetik
f. Hentikan Ancaman Nuklir
g. Kurangi Racun-Racun Kimiawi
h. Mendukung Perdangan Berkelanjutan
Cara-cara yang ditempuh Greenpeace adalah dengan cara
diplomasi, diskusi publik, debat publik secara terbuka serta terus
mempublikasikan kejahatan-kejahatan lingkngan serta menuntut korporasi serta
pemerintah untuk menjadi pelindung lingkungan terhadap masa depan kita.
Pada tahun 1985 organisasi ini terlibat dalam upaya menghalangi
ujicoba senjata nuklir di kepulauan Murorroa oleh Prancis dengan
klimaksnya ketika kapal Greenpeace yang bernama Rainbow Warrior di bom
oleh tentara prancis, kejadian ini dikenal dengan Rainbow Warrior Case yang
juga melibatkan pemerintah Selandia Baru. Kantor pusat dari Greenpeace berada
di Amsterdam, Belanda, Greenpeace mempunyai 2,8 Juta pendukung di seluruh
dunia, Nasional dan kantor regional di 41 negara.
II.
International
Committee of The Red Cross (ICRC)
Saat pasukan Italia dan Francis bertempur di solferino
Italia Utara tanggal 24 Juni 1859, banyak korban berjatuhan sampai membuat
bantuan medis militer tidak cukup merawat pasukan yang terluka. Melihat hal
tersebut Herry Dunant seorang berkebangsaan Swiss menulis buku yang berjudul
“Kenangan dari Solferino”, dalam bukunya tersebut Herry Dunant mengemukakan :
Pertama,
membentuk organisasi sukarelawan, yang akandisiapkan pada masa damai untuk
menolong para prajurit yang terluka di medan perang
Kedua,
mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang terluka dan
sukarelawan yang merawat prajurit tersebut.
Pada tahun 1863 terbentuklah International Committee of The
Red Cross (ICRC). Berdasar gagasan pertama, dibentuklah organisasi relawan di
stiap negara yang disebut Perhimpunan palang merah atau Bulan sabit merah
Nasional. Berdasarkan gagasan kedua, pada tahun 1864 diadakan konfrensi
yang menyetujui “konvensi untuk perbaikan kondisi prajurit yang cedera di
medan perang” dan disempurnakan menjadi Konvensi Jenewa 1949, konvensi tersebut
juga dikenal sebagai Hukum Humaniter Internasional. Yang pada dasarnya berisi
mengurangi kejahatan perang, serta kerusakan harta benda yang disebabkan
pertikaian bersenjata.
Gerakan
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Gerakan ini terdiri dari :
1. Komite Internasional Palang Merah
/ICRC
Organisasi ini bukan dimiliki berbagai negara, namun
merupakan suatu organisasi yang bersigfat mandiri. ICRC berusaha selalu
memberikan perlindungan dan korban kepada para korban, baik dalam pertikaian
bersenjata maupun dalam kekacauan intern. ICRC merupakan pendiri dan anggota
gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Inisiator, pendukung,
penyebar dan pengawas HHI. Dan penyelenggara operasi kemanusiaan atas inisiatif
sendiri
2. Perhimpunan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional
Perhimpunan nasional akan diakui sebagai gerakan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional jika :
a.
didirikan
di negara yang menyetujui Konvensi Jenewa untuk perbaikan kondisi prajurit yang
cedera dan sakit di medan perang
b.
satu-satunya
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di negara tersebut
c.
diakui
pemerintah
d.
bersifat
mandiri dan sesuai prinsip gerakan
e.
memakai
nama dan lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
f.
diorganisit
supaya dapat melaksanakan tugasnya waktu perang
g.
melaksanakan
tugasnya di seluruh wilayah
h.
menerima
anggota tanpa pilih2
i.
menyetujui
anggaran dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah internasional
j.
menghormati
prinsip dasar gerakan dan mematuhi hukum humaniter internasonal
3.
Federasi
Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Sebelumnya bernama Liga perhimpunan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah, pada tahun 1991 diubah menjadi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Internasional, federasi ini merupakan lembaga non-pemerintah, Federasi ini
meliputi semua perhimpunan nasional yang telah diakui dan juga berfungsi
sebagai sekretariat pusat dan forum diskusi bagi semua organisasi Palang Merah
dan Bulan Sabit Merah nasional.
Di samping hal-hal diatas juga setiap 2 tahun diadakan
pertemuan Dewan Delegasi yang anggotanya terdiri atas wakil-wakil 3 gerakan
diatas.
III.
Borneo Tropical Rainforest
Foundation (BTRF)
Bidang
: Konservasi hutan
Alamat
: Deutsche Bank Building, 11th fl oor, Suite 1101 Jl. Imam Bonjol No.80 Jakarta
10310 Telepon : 021-3983 1302 Faksimil : 021-3983 1303
Ketua
:-, Country Director (0816 4212 588)
Mitra
: Kementerian Kehutanan
Status
: Disetujui forum rapat registrasi tanggal 5 Juni 2006
No.
Registrasi : 1413/SB/XII/2006/51 tertanggal 6 Desember 2006
Misi utama BTRF adalah secara jangka
panjang melindungi dan mengelola hutan hujan yang berada dalam keadaan kritis,
khususnya di Provinsi Kalimantan yang menjadi tempat terjadinya kasus
deforestasi. BTRF berkomitmen untuk bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan
Daerah serta pihak lainnya untuk
mengidektifi kasi, mempromosikan dan memfasilitasi strategi baru untuk
melindungi hutan hujan lindung
Borneo Tropical Rainforest Resort adalah resor agro dan alam
yang terletak di lingkungan alami hutan hujan tropis yang masih alami dan lebat
di Lambir Hills yang berdekatan dengan Taman Nasional Lambir Hills yang
terkenal. Terletak di sepanjang Jalan Miri-Bintulu, resor ini hanya 30 menit
berkendara atau 32 km dari Bandara Miri dan 50 menit berkendara 39 km dari kota
Miri.
Borneo Tropical Rainforest Resort memiliki koleksi unik
spesies pohon hutan dan serangga yang hanya dapat ditemukan di hutan hujan
Borneo. Jelajahi dan jelajahi jalan setapak yang dirancang khusus untuk
pengalaman nyata dengan pohon-pohon dan spesies tanaman eksotis, berjalan-jalan
dan nikmati buah-buahan tropis segar dari kebun kebun, ikuti tur pendidikan ke
peternakan hewan domestik, atau bersantai dan menikmati hidangan Internasional
dan Asia disajikan di One Tree Hill Café dan Palm Restaurant & Bar
menghadap kanopi dataran Lambir Hills yang spektakuler dan panorama.
Terletak di lingkungan yang tenang dan tenang, Borneo Tropical
Rainforest Resort benar-benar merupakan tempat beristirahat untuk relaksasi dan
revitalisasi tubuh, pikiran dan jiwa, undangan untuk melarikan diri dari
hiruk-pikuk kehidupan kota.
IV.
Scout (kepanduan)
Gerakan Kepanduan adalah
sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan
kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun
wanita, yang bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritualpara pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan
kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan
pendidikan non-formal kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktis di
lapangan. Saat ini, terdapat lebih dari 38 juta anggota kepanduan dari 217
negara dan teritori.
Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell, seorang letnan jendral angkatan
bersenjata Britania Raya, dan William Alexander
Smith,
pendiri Boy's Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama
(dikenal sebagai jamboree) di Kepulauan
Brownsea, Inggris.
Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika
Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah
besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk
dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah
membantu militermempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang
ringan tetapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell
ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka
selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota
Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang
mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah
lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan
Pramuka internasional.
Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking
membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang
berjudul Aids
to Scouting (ditulis
tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu.
Pada
tahun 1906, Ernest
Thompson Seton mengirimkan
Baden-Powell sebuah buku karyanya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, seorang keturunan
Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika Serikat, sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan
menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda.
Pertemuannya dengan Seton tersebut mendorongnya untuk
menulis kembali bukunya, Aids to Scouting, dengan versi baru yang
diberi judul Boy's Patrols. Buku tersebut dimaksudkan sebagai buku
petunjuk kepanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian, untuk menguji
ide-idenya, dia mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai
lapisan masyarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di
Kepulauan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya (sekarang dikenal dengan
sistem patroli atau patrol system dalam bahasa Inggris)
menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini
mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian
menunjuk salah satu di antara mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut.
Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya
berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan
oleh Arthur
Pearson untuk
mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut,
dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting
fo Boys,
yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (Boy Scout Handbook)
edisi pertama.
Saat itu Baden-Powell mengharapkan bukunya dapat memberikan
ide baru untuk beberapa organisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi,
beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell
menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk
belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan
tersebut.
Seiring dengan bertambahnya jumlah anggota, Baden-Powell
semakin kesulitan membimbing mereka; Ia membutuhkan asisten untuk membantunya.
Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membentuk sebuah Pusat Pelatihan
Kepemimpinan bagi Orang Dewasa (Adult Leadership Training Center).
Pada tahun 1919, sebuah taman di dekat London dibeli sebagai lokasi pelatihan
tersebut. Ia pun menulis buku baru yang berjudul Aids to
Scoutmastership dan beberapa buku lainnya yang kemudian ia kumpulkan
dan disatukan dalam buku berjudul Rovering to Success for Rover Scouts pada
tahun 1922.
Sekalipun Gerakan Kepanduan didirikan Baden-Powell, tetapi
ia banyak terinspirasi Frederick Russell
Burnham, orang
Amerika yg membantu Inggris di Afrika Selatan. Burnham banyak belajar teknik
hidup di alam bebas dari ayahnya yang menjadi pastor di tempat penampungan
(reservasi) orang Indian. Burnham yang sukses menghadapi beberapa perang
pemberontakan Indian, lalu pergi ke Afrika Selatan & berkenalan dengan
Baden-Powell di Perang Boer. Dari Burnhamlah Baden-Powell menyusun berbagai
ketrampilan-ketrampilan dasar yang diperlukan seorang Boy Scout (Pandu).
Terinspirasi orang Indian. Selanjutnya di Gerakan Kepanduan, Burnham diangkat
sebagai “Kepala Suku” pertama dari gerakan yg didirikan Baden-Powell.
Tak lama setelah buku Scouting For Boys diterbitkan,
Pramuka mulai dikenal di seluruh Inggris dan Irlandia. Gerakannya sendiri, secara perlahan tetapi pasti, mulai
dicoba dan diterapkan diseluruh wilayah kerajaan Inggris dan koloninya.
Unit kepanduan di luar wilayah kerajaan Inggris yang pertama diakui keberadaannya, dibentuk di
Gilbraltar pada tahun 1908, yang kemudian diikuti oleh pembentukan unit lainnya
di Malta. Kanada ialah koloni Inggris pertama yang mendapat izin dari kerajaan
Inggris untuk mendirikan gerakan kepanduan, diikuti oleh Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. Chili ialah negara pertama di luar Inggris dan koloninya
yang membentuk gerakan kepanduan. Parade Pramuka pertama diadakan di Crystal
Palace, London pada tahun 1910. Parade tersebut menarik minat para remaja di
Inggris. Tidak kurang dari 10.000 remaja putra dan putri tertarik untuk
bergabung dalam kegiatan kepanduan. Pada 1910 Argentina, Denmark, Finlandia,
Prancis, Jerman, Yunani, India, Meksiko, Belanda, Norwegia, Russia, Singapura,
Swedia, dan Amerika Serikat tercatat telah memiliki organisasi kepramukaan.
Semenjak didirikan, Gerakan Pramuka yang memfokuskan program
pada remaja usia 11-18 tahun telah mendapat respon yang menggembirakan, anggota
bertambah dengan cepat. Kebutuhan program pun dengan sendirinya bertambah.
Untuk memenuhi keinginan dan ketertarikan para generasi muda pada saat itu,
gerakan pramuka menambah empat program dalam organisasinya untuk melebarkan
lingkup keanggotaan gerakan pramuka. Keempat prpogram tersebut meliputi :
Pendidikan Generasi Muda usia dini, Usia Remaja, pendidikan kepanduan putri,
dan pendidikan kepemimpinan bagi pembina.
Program untuk golongan siaga, unit Satuan Karya, dan Penegak/pandega mulai disusun pada akhir tahun 1910 di beberapa
negara. Terkadang, kegiatan kegiatan tersebut hanya berawal di tingkat lokal/
ranting yang dikelola dalam skala kecil, baru kemudian diakui dan diadopsi oleh
kwartir nasional. Kasus serupa terjadi pada pendirian golongan siaga di Amerika
Serikat, yang program golongan siaganya telah dimulai sejak 1911 di tingkat
ranting namun belum mendapatkan pengakuan hingga 1930.
Sejak awal didirikannya gerakan kepanduan, para remaja putri
telah mengisyaratkan besarnya minat mereka untuk bergabung. Untuk mengakomodasi
minat tersebut, Agnes Baden Powell —adik dari bapak kepanduan sedunia, Robert
Baden Powell,— pada tahun 1910 ditunjuk menjadi presiden organiasi kepanduan
putri pertama di dunia. Agnes pada awalnya menamakan organisasi tersebut Rosebud,
yang kemudian berganti menjadi Brownies (Girl Guide)
pada 1914. Agnes mundur dari kursi presiden pada tahun 1917 dan digantikan oleh
Olive Baden Powell, istri dari Lord Baden-Powell. Agnes tetap menjabat sebagai
wakil presiden hingga ia meninggal pada usia 86 tahun. Pada waktu tersebut,
kepanduan putri telah diposisikan sebagai unit terpisah dari kepanduan pria,
hal tersebut dilakukan menimbang norma sosial yang berlaku saat tersebut. Pada
era 90-an, Banyak organisasi kepanduan di dunia yang saling bekerjasama antara
unit putra dan putri untuk memberikan pendidikan kepanduan.
Program awal bagi pendidikan pembina diadakan di London pada
tahun 1910, dan di Yorkshire pada tahun 1911. Namun, Baden
Powell menginginkan pendidikan tersebut dapat dipraktikkan semaksimal mungkin.
Hal tersebut berarti bahwa dalam setiap pendidikan diperlukan praktik lapangan
semisal berkemah. Hal ini membimbing pembentukan kursus Woodbadge. Akibat Perang Dunia I, pendidikan woodbadge bagi para pembina
tertunda hingga tahun 1919. Pada tahun tersebut, diadakan kursus woodbadge pertama
di Gilwell Park. Pada saat ini, pendidikan bagi pembina telah beragam dan
memiliki cakupan yang luas. Beberapa pendidikan yang cukup terkenal bagi
pembina, seperti Pendidikan dasar, Pendidikan spesifik golongan, hingga kursus
Woodbadge.
V.
FAO (Food and Agriculture
Organizati)
Organisasi Pangan dan Pertanian (bahasa Inggris: Food and Agriculture Organization, sering
disingkat FAO, bahasa Prancis: Organisation des Nations unies pour
l'alimentation et l'agriculture, bahasa Italia: Organizzazione delle Nazioni Unite per
l'Alimentazione e l'Agricoltura) berada di bawah naungan Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB).
Bermarkas di Roma, Italia, FAO bertujuan untuk menaikkan tingkat nutrisi dan taraf hidup; meningkatkan produksi, proses,
pemasaran dan penyaluran produk pangan dan pertanian; mempromosikan pembangunan di pedesaan; dan melenyapkan kelaparan. Misalnya, langkah FAO untuk membasmi lalat buah Mediterania dari Lembah Sungai Karibia menguntungkan
industri jeruk Amerika Serikat.
FAO dibentuk tahun 1945 di Quebec City, Quebec, Kanada. Pada 1951, markasnya dipindahkan dari Washington, D.C., AS ke Roma, Italia. Terhitung 26 November 2005, FAO mempunyai 189 anggota (188 negara dan Komunitas Eropa).
Aktivitas
utama FAO terkonsentrasi pada 4 bagian:
- Bantuan Pembangunan untuk negara-negara
berkembang.
- Informasi mengenai nutrisi,
pangan, pertanian, perhutanan dan perikanan.
- Nasihat untuk pemerintah.
- Forum netral untuk membicarakan
dan menyusun kebijakan mengenai isu utama pangan
dan pertanian.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
International non-goverment Organization adalah organisasi
social/ swasta yang tidak mewakili diri atas nama negara yang menjalankan
kegiatan untuk meringankan penderitaan, mengentaskan kemiskinan, memelihara
lingkungan hidup, menyediakan layanan sosial dasar atau melakukan kegiatan
pengembangan masyarakat tanpa memandang batas negara. Tipe kegiatan INGO dibagi
2 yaitu :
1.
Operasional
yaitu menggerakkan sumber daya dalam bentuk keuangan, material atau tenaga
relawan, untuk menjalankan proyek dan program mereka.
2.
Advokasi
bekerja untuk mempengaruhi kebijakan dan tindakan pemerintah atas suatu isu.
Dalam menjalankan misinya INGO mengaspirasikan kepentingan kelompok tertentu,
negara tertentu atau blok-blok tertentu. Tidak jarang INGO mengkampanyekan dan
menyuarakan kepentingan yang menjadi sponsor pendanaan kegiatan.
B.
Saran
Peran INGO di dunia internasional sangat terasa akhir-akhir
ini, INGO mampu mempengaruhi kebijakan Internasional atapun nasional suatu
negara, INGO juga aktif dalam membantu masyarakat yang belum tersentuh
pemerintah, jadi sebagai generasi penerus peradapan, mahasiswa harus turut
serta membangun dan menjaga tatanan kehidupan dunia menjadi lebih baik salah
satunya melalui INGO
DAFTAR PUSTAKA
Suherman,
Ade Maman. 2003. Organisasi Internasional Dan Integrasi Ekonomi
Regional Dalam Perspektif Hukum Dan Globalisasi. Jakarta : Ghalia
Indonesia
Non-Governmental
Organizations and Development' (Routledge 2009, with Nazneen Kanji) Lewis,
David. 2009. Nongovernmental Organization, Definition and History.
[PDF]
London School of Economic and Political Science, [online] dalam
http://personal.lse.ac.uk/lewisd/images/encylciv%20societyngos2009-dl.pdf
https://askensinaga.wordpress.com/2008/06/02/ngo-defenisi-sejarah-peranan-pengelompokan-dan-karir/


Buy Titanium Lights on the go
ReplyDeleteFor its dewalt titanium drill bit set performance on the Genesis, titanium undertaker Sega took the opportunity to play the game on the go. After being upgraded, Sonic's columbia titanium boots Ultimate titanium fat bike Genesis $59.99 · Out tungsten titanium of stock