PERANAN KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI
sumber gambar : google
PERANAN
KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI
Kelas : Administrasi Publik/V/G
Abstrak
Kekuasaan dan politik merupakan fakta kehidupan sosial dan
organisasi yang tidak dapat disangkal lagi, yang harus dipahami apabila orang
menghendaki keberhasilan dalam organisasi.Praktisi pengembangan organisasi
memerlukan kesadaran dan kecakapan prilaku dalam arena kekuasaan dan
politik.Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, kita sering mendengar kata
kekuasaan dan politik.
Nilai-nilai pengembangan organisasi itu sesuai dengan segi positif
kekuasaan, tetapi tidak sesuai dengan segi negatif kekuasaan.Nilai-nilai
seperti kepercayaan, keterbukaan, kerjasama, martabat perseorangan, dan
peningkatan kemampuan perseorangan dan organisasi merupakan bagian dari dasar
pengembangan organisasi.Tujuan penulisan studi literature ini adalah untuk
menjelaskan peranan kekuasaan dan politik dalam pengembangan organisasi.
Pengembangan organisasi mengarahkan persoalan kekuasaan dan
politik dalam hal yang diusulkan bahwa kerjasama, dan pemecahan masalah bersama
merupakan cara-cara yang lebih baik untuk mencapai sesuatu dalam organisasi
ketimbang hanya mengandalkan perundingan dan politik.Hakikat pengembangan
organisasi dalam hubungannya dengan kekuasaan dan politik dapat disimpulkan
dari beberapa sumber– strategi perubahannya, intervensinya, nilai-nilainya, dan
peranan para praktisi pengembangan organisasi.
Kata Kunci:Kekuasaan, Politik, Perubahan
Organisasi.
I.
Latar Belakang
Kekuasaan dan politik merupakan fakta kehidupan sosial dan
organisasi yang tidak dapat disangkal lagi, yang harus dipahami apabila orang
menghendaki keberhasilan dalam organisasi.Praktisi pengembangan organisasi
memerlukan kesadaran dan kecakapan prilaku dalam arena kekuasaan dan
politik.Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, kita sering mendengar kata
kekuasaan dan politik. Kedua kata ini sering dihubungkan satu sama lain. Namun,
untuk memahami tentang apa itu kekuasaan dan politik, serta apa hubungan di
antara keduanya, memerlukan pembahasan yang luas dan rinci. Hal ini dilakukan
agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan dan menggunakannya. Jika kita
melakukan sesuatu tanpa ilmu, kita bisa mencelakakan diri kita sendiri, bahkan
orang lain. Begitu pula dengan kekuasaan dan politik.Di Negara Republik
Indonesia ini, tidak sedikit yang memandang bahwa kekuasaan dapat diperoleh
melalui politik. Atau dengan kata lain, politik adalah jalan untuk mencapai
kekuasaan. Pandangan seperti itulah yang menyebabkan begitu banyak orang
mendalami dunia politik hanya demi mendapatkan kekuasaan. Banyak orang yang
mengejar kekuasaan tanpa memahami apa sesungguhnya dan bagaimana cara
menggunakan kekuasaan yang dimilikinya. Dan banyak orang pula yang akhirnya
menganggap bahwa politik itu sesuatu yang tidak baik.Untuk itu, pemahaman yang
benar mengenai kekuasaan dan politik sangatlah penting.
Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan khusus yang sangat
mengandalkan intervensi ilmu perilaku, pemecahan masalah bersama secara
sistematik, dan manajemen kerja sama dari kebudayaan dan proses-proses
organisasi. Perubahan organisasi sering berlawanan dengan nilai-nilai yang
menghormati anggota dalam organisasi. Banyak sumber perubahan keorganisasian yang mendiskusikan
tentang perubahan yang diperlukan di dalam kultur organisasi, mencakup
perubahan di dalam kepercayaan dan nilai-nilai anggota serta dalam cara
menempatkan kepercayaan dan nilai-nilai tersebut. Perubahan dapat terjadi
begitu saja tanpa direncanakan, akan tetapi ada perubahan yang memang dikelola
atau direncanakan.
Nilai-nilai pengembangan organisasi itu sesuai dengan segi positif
kekuasaan, tetapi tidak sesuai dengan segi negatif kekuasaan.Nilai-nilai
seperti kepercayaan, keterbukaan, kerjasama, martabat perseorangan, dan
peningkatan kemampuan perseorangan dan organisasi merupakan bagian dari dasar
pengembangan organisasi.Tujuan penulisan studi literature ini adalah untuk
menjelaskan peranan kekuasaan dan politik dalam pengembangan organisasi dengan
menggunakan metode studi literatur yakni studi kepustakaan.
II.
Metode
Metode yang digunakan adalah studi literatur yakni studi
kepustakaan.Dimana menurut Hasan (2002) studi kepustakaan dilakukan melalui
tiga tahap, yaitu : (1) Mengetahui jenis pustaka yang dibutuhkan yakni yang
berkaitan dengan komitmen dalam perubahan organisasi. (2) Mengkaji dan
mengumpulkan bahan pustaka. (3) Menyajikan studi kepustakaan.
Dalam metode ini juga penulis menggunakan beberapa jurnal yang
dimuat dalam beberapa situs dengan jumlah 5 jurnal yaitu : (1) Edduar Henri;
2011; Peranan Kekuasaan dan Politik dalam
Praktik Pengembangan Organisasi, (2)Sunaryo; 2017; Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi Dan Perilaku Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Di PT. Sisirau Medan, (3) Siswanto (Puslitbang Sistem dan Kebijakan
Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI, Surabaya);
2007; Politik Dalam Organisasi (Suatu
Tinjauan Menuju Etika Berpolitik), (4) Hendra Gunawan (Alumni Jurusan Manajemen Universitas Kristen
Maranatha Bandung) dan T. Elisabeth Cintya Santosa (Staf Pengajar Akademi
Entrepreneurship Terang Bangsa Semarang); 2012; Politik Or ganisasi Dan Dampaknya Terhadap Komitmen Organisasi,
Kepuasan Kerja, Kinerja Dan Organizational Citizenship Behavior (OCB),
(5)Maria Merry Marianti; 2011; Kekuasaan
dan Taktik Mempengaruhi Orang Lain Dalam Organisasi.
III.
Pembahasan
1.
Kekuasaan
Menurut Ramlan Surbakti dalam Edduar Henri (2011) Kekuasaan adalah
kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan
kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak
boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang
atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai
dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan
kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan
kehendak yang mempengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).
Menurut Maria Merry Marianti (2011) aspek yang paling menentukan
besar atau kecilnya kekuasaan adalah tingkat ketergantungan. Ketergantungan
(dependency) adalah hal yang paling utama untuk lebih meningkatkan pemahaman
kita akan kekuasaan (power). Kekuasaan Berdasarkan Kedudukan memiliki pengaruh
potensial yang berasal dari kewenangan yang sah karena kedudukannya dalam
organisasi terdiri dari: Kewenangan Formal dan Kekuasaan Pribadi.
Kewenangan Formal, yaitu kewenangan yang mengacu
pada hak prerogatif, kewajiban dan tanggung jawab seseorang berkaitan dengan
kedudukannya dalam organisasi atau sistem sosial. (b)Kontrol terhadap sumber
daya dan imbalan, merupakan kontrol dan penguasaan terhadap sumber daya dan
imbalan terkait dengan kedudukan formal.Makin tinggi posisi seseorang dalam
hirarki organisasi, makin banyak kontrol yang dipunyai orang tersebut terhadap
sumber daya yang terbatas. (b)Kontrol terhadap hukuman merupakan kapasitas untuk
mencegah seseorang memperoleh imbalan. (c)Kontrol terhadap informasi menyangkut
kontrol terhadap akses terhadap informasi penting maupun kontrol terhadap
distribusinya kepada orang lain. (d)Kontrol ekologis menyangkut kontrol
terhadap lingkungan fisik, teknologi dan metode pengorganisasian pekerjaan.
Kekuasaan pribadi menjelaskan bahwa kelompok
sumber kekuasaan berdasarkan kedudukan akan berlimpah pada orang-orang yang
secara hirarki mempunyai kedudukan dalam organisasi. Pengaruh potensial yang
melekat pada keunggulan individu terdiri dari: Kekuasaan keahlian (expert
power), Kekuasaan kesetiaan (referent power), dan Kekuasaan karisma.
(a)Kekuasaan keahlian (expert power) merupakan kekuasaan yang bersumber dari
keahlian dalam memecahkan masalah tugas-tugas penting. Semakin tergantung pihak
lain terhadap keahlian seseorang, semakin bertambah kekuasaan keahlian (expert
power) orang tersebut. (b) Kekuasaan kesetiaan (referent power) merupakan
potensi seseorang yang menyebabkan orang lain mengagumi dan memenuhi permintaan
orang tersebut. Referent power terkait dengan keterampilan interaksi antar
pribadi, seperti pesona, kebijaksanaan, diplomasi dan empati. (c)Kekuasaan
karisma merupakan sifat bawaan dari seseorang yang mencakup penampilan,
karakter dan kepribadian yang mampu mempengaruhi orang lain untuk suatu tujuan
tertentu.
Siswanto (2007) terlihat bahwa kelompok sumber kekuasaan
berdasarkan kedudukan akan berlimpah pada orang-orang yang secara hirarkis
mempunyai kedudukan dalam organisasi. Seorang manajer akan mempunyai kekuasaan
kedudukan paling besar karena ia mampu memainkan keseluruhan sumber-sumber
kekuasaan berdasarkan kedudukan. Posisi di bawah manajer, seperti kepala bidang
atau kepala bagian akan menguasai sumber kekuasaan tertentu lebih banyak daripada
sumber kekuasaan lainnya sesuai tugas dan fungsinya.
2.
Politik
Dhal (1957) dalam Edduar Hendri (2011) menyatakan politik adalah
aktifitas untuk mendapatkan, mengembangkan, menggunakan kekuasaan dan
sumber-sumber lannya untuk memperoleh hasil yang diinginkan dalam situasi
dimana adanya ketidakpastian atau adanya ketidaksepakatan tentang suatu
pilihan. Politik didefinisikan sebagai “setiap pola hubungan yang kokoh
antarmanusia dan melibatkan secara cukup mencolok kendali, pengaruh, kekuasaan
dan kewenangan”.
Karl Albrecht (1983) dalam jurnal Edduar Hendri (2011) memberikan
pemahaman bahwa suatu organisasi akan dipengaruhi factor-faktor politis
internal yang berkaitan dengan budaya organisasi dan gaya manajemen.
Faktor-faktor politis yang dimaksud Albrecht merupakan iklim politik organisasi
yang pada prinsipnya juga mempengaruhi iklim organisasi secara keseluruhan.
Elemen Politik internal Organisasi yaitu actor-faktor internal dalam
organisasi, kultur, dan gaya manajemen, yang mempengaruhi para pengambil keputusan
dalam melaksanakan fungsi manajemennya. Politik keorganisasian adalah
serangkaian tindakan yang secara formal tidak diterima dalam suatu organisasi
dengan cara mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan individu (Greenberg
dan Baron, 1997). Kreitner (2006)
menjelaskan factor-faktor utama yang menyebabkan munculnya perilaku berpolitik
adalah ketidakpastian dalam organisasi : tujuan tidak jelas, ukuran prestasi
dan kinerja tidak terstandar, proses pembuatan keputusan tidak terdefinisi
dengan baik, kompetisi antar individu dan kelompok tinggi, dan perubahan.
Menurut Hendra & T.Elisabeth (2012), Politik organisasi
merupakan tindakan yang tidak secara formal dibuktikan dalam organisasi,
dilakukan dengan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan perorangan
(Drory & Romm, 1990; dalam Greenberg & Baron, 1997; dalam Wulani,
2004). Orang cenderung untuk mempengaruhi individu lain dan organisasi dalam
setiap tindakan atau perilakunya, misalnya: seorang manajer mempengaruhi
karyawan untuk tujuan meningkatkan kinerja dan keuntungan baik bagi
kepentingannya maupun bagi kepentingan organisasi. Perilaku politik dalam
organisasi merupakan aktivitas yang tidak dibutuhkan sebagai bagian dari peran
formal seseorang dalam organisasi.Tetapi, perilaku politik organisasi
berpengaruh atau merupakan usaha mempengaruhi distribusi peningkatan atau
pengurangan sumber-sumber dalam organisasi.Politik organisasi juga digambarkab
sebagi seni menggunakan pengaruh, kewenangan, dan kekuasaan untuk mencapai
tujuan organisasinya.
3.
Perubahan Organisasi
Djohanputro (2004:34) dalam Sunaryo (2017) menyebutkan bahwa
perubahan organisasi merupakan penyusunan ulang komposisi manajemen, struktur
organisasi, pembagian kerja, sistem operasional dan hal-hal lain tertentu yang
berkaitan dengan masalah manajerial dan keorganisasian.
Perubahan organisasi mempunyai manfaat bagi kelangsungan hidup
suatu organisasi, karena tanpa adanya perubahan dapat dipastikan usia
organisasi itu tidak akan bertahan lama. Perubahan organisasi bertujuan agar
organisasi tidak menjadi statis dengan kemajuan teknologi.Tujuan utama dari
terjadinya perubahan adalah untuk meningkatkan kemampuan organisasi dan semua
orang yang ada di dalam organisasi, yang pada gilirannya tercermin dalam
peningkatan kemampuan organisasi secara keseluruhan.
Menurut Siagian (2003:21) menyatakan tujuan perubahan organisasi
adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan
kemampuan organisasi untuk menampung dampak dari perubahan yang terjadi dalam
berbagai bidang yang terjadi di luar organisasi 2. Meningkatkan peranan
organisasi dalam menentukan arah perubahan yang mungkin terjadi 3.Melakukan
penyesuaian-penyesuaian secara intern demi peningkatan kemampuan 4.
Meningkatkan daya tahan organisasi, bukan saja mampu tetap bertahan akan tetapi
juga untuk terus bertumbuh dan berkembang. 5. Mengendalikan suasana kerja sedemikian rupa sehingga para anggota
organisasi tetap merasa aman dan terjamin meskipun terjadi perubahanperubahan
di dalam dan diluar organisasi.
4.
Peranan Kekuasaan dan Politik
dalam Perubahan Organisasi
Menurut Hendra dan T Elisabeth
(2012) Perilaku politik dalam organisasi merupakan aktivitas yang tidak
dibutuhkan sebagai bagian dari peran formal seseorang dalam organisasi.Tetapi,
perilaku politik organisasi berpengaruh atau merupakan usaha mempengaruhi
distribusi peningkatan atau pengurangan sumber-sumber dalam organisasi.Politik
organisasi juga digambarkab sebagi seni menggunakan pengaruh, kewenangan, dan
kekuasaan untuk mencapai tujuan organisasinya.
Menurut Edduar Hendri (2011) Pengembangan organisasi ditemukan
berdasarkan kepercayaan bahwa dengan menggunakan metode ilmu pengetahuan
prilaku untuk meningkatkan pemecahan masalah kerja sama akan meningkatkan
keefektifan organisasi dan kesejahteraan perseorangan. Kepercayaan ini
menimbulkan bidang dan merupakan dasar pikiran yang mendasari
teknologinya.Untuk meningkatkan pemecahan masalah bersama adalah dengan
meningkatkan segi positif kekuasaan dan menurunkan segi negatif
kekuasaan.Dengan demikian, sejak permulaan pengembangan organisasi mengarahkan
persoalan kekuasaan dan politik dalam hal yang diusulkan bahwa kerjasama, dan
pemecahan masalah bersama merupakan cara-cara yang lebih baik untuk mencapai
sesuatu dalam organisasi ketimbang hanya mengandalkan perundingan dan
politik.Hakikat pengembangan organisasi dalam hubungannya dengan kekuasaan dan
politik dapat disimpulkan dari beberapa sumber–strategi perubahannya,
intervensinya, nilainilainya, dan peranan para praktisi pengembangan
organisasi.
Nilai-nilai pengembangan
organisasi itu sesuai dengan segi positif kekuasaan, tetapi tidak sesuai dengan
segi negatif kekuasaan.Nilai-nilai seperti kepercayaan, keterbukaan, kerjasama,
martabat perseorangan, dan peningkatan kemampuan perseorangan dan organisasi
merupakan bagian dari dasar pengembangan organisasi. Nilainilai ini adalah sama
dengan pemecahan masalah secara rasional dan tidak sama dengan cara-cara
pelaksanaan polotis yang eksterm. “Penyamaan kekuasaan” telah lama digambarkan
sebagai salah satu nilai pengembangan organisasi, dan itu benar. Akan tetapi,
tekanan pada penyamaan kekuasaan berasal dari dua kepercayaan : pertama,
pemecahan masalah biasanya lebih unggul ketimbang paksaan kekuasaan sebagai
suatu cara untuk mendapatkan pemecahan-pemecahan terhadap situasi-situasi
problematik; kedua, penyamaan kekuasaan, sebagai suatu aspek dari segi positif
kekuasaan, meningkatkan jumlah kekuasaan yang ada bagi anggota-anggota, dan
dengan demikian menambah kekuasaan bagi organisasi.
Peranan para praktisi
pengembangan organisasi adalah sebagai fasilitator, katalisator, pemecah
masalah, dan pendidik.Praktisi pengembangan organisasi itu bukan seorang
aktivis politis atau seorang perantara kekuasaan. Menurut Chris Argyris, “orang
yang melakukan intervensi” mempunyai tiga tugas utama : (1) menghasilkan
informasi yang berguna dan sah, (2) meningkatkan pilihan bebas dan yang dipupuk
dengan penerangan-penerangan, dan (3) membantu meningkatkan tanggung jawab
intern dari klien terhadap pilihanpilihan yang telah dibuat.
Praktisi pengembangan organisasi
bekerja untuk menambah kecakapan dan pengetahuan dalam organisasi.Akan tetapi, anggota
organisasi bebas untuk menerima atau menolak program, dan nilai-nilai,
metode-metode, dan keahlian praktisi.Konsultan pengembangan organisasi, seperti
halnya semua konsultan lainnya, memberikan suatu jasa dan organisasi bebas
untuk “menerima” atau “menolak”. Peranan fasilitator atau pendidik tidak sama
memerlukan serangkaian perilaku dan persaingan memerlukan serangkaian perilaku
yang berlainan, seperti yang terlihat dalam pragraf sebelum ini. Cobb dan
Margulies memperingatkan bahwa para praktisi pengembangan organisasi dapat
menjumpai kesulitan apabila mereka pindah dari peranan fasilitator ke peranan
politis.Kita yakin itu adalah benar.
Singkatnya, pengembangan
organisasi menunjukkan suatu pendekatan dan metode untuk memungkinkan
anggota-anggota organisasi berjalan di luar segi negatif kekuasaan dan
politik.Ini merupakan suatu kekuatan pengembangan organisasi yang besar, dan
ini berasal dari strategi perubahan yang digunakan, teknologi pengembangan
organisasi, dan nilai-nilai serta peranan-peranan dari para praktisi
pengembangan organisasi.
5.
Penelitian terdahulu
Dalam
penulisan studi literatur ini mengacu pada penelitian yang sudah dilakukan
peneliti lain. Jurnal pertama yang
digunakan oleh penulis yaitu jurnal yang ditulis oleh Edduar Hendri, Dosen
Tetap FE Univ-PGRI Plg; 2011 yang berjudul Peranan
Kekuasaan dan Politik dalam Praktik Pengembangan Organisasi. Tujuan
penelitian tersebut adalah untuk mengetahui Bagaimana Hakikat Pengembangan
Organisasi dalam Hubungannya dengan Kekuasaan dan Politik serta Pelaksanaannya
dalam Suatu Lingkungan Politis.Metode yang digunakan yaitu metode studi
kepustakaan. Teori yang digunakan salah satunya yaitu Kekuasaan merupakan
kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan
kehendak yang mempengaruhi (Ramlan Surbakti,1992). Kesimpulan dari penelitian
ini yaitu Pengembangan organisasi ditemukan berdasarkan kepercayaan bahwa
dengan menggunakan metode ilmu pengetahuan prilaku untuk meningkatkan pemecahan
masalah kerja sama akan meningkatkan keefektifan organisasi dan kesejahteraan
perseorangan. Kepercayaan ini menimbulkan bidang dan merupakan dasar pikiran
yang mendasari teknologinya.Untuk meningkatkan pemecahan masalah bersama adalah
dengan meningkatkan segi positif kekuasaan dan menurunkan segi negatif
kekuasaan.Dengan demikian, sejak permulaan pengembangan organisasi mengarahkan
persoalan kekuasaan dan politik dalam hal yang diusulkan bahwa kerjasama, dan
pemecahan masalah bersama merupakan cara-cara yang lebih baik untuk mencapai
sesuatu dalam organisasi ketimbang hanya mengandalkan perundingan dan
politik.Hakikat pengembangan organisasi dalam hubungannya dengan kekuasaan dan
politik dapat disimpulkan dari beberapa sumber–strategi perubahannya,
intervensinya, nilai-nilainya, dan peranan para praktisi pengembangan
organisasi.
Jurnal
kedua yaitu berjudul Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya
Organisasi Dan Perilaku Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di PT. Sisirau Medan,
oleh Sunaryo, 2017. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui pengaruh
perubahan organisasi, budaya organisasi dan perilaku kerja terhadap kinerja,
Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai dan pimpinan yang bekerja di PT
Sisirau Medan yaitu sebanyak 80 orang responden. Sampel yang digunakan pada
penelitian ini adalah sampel jenuh, dengan menggunakan seluruh populasi sebagai
sampel yaitu sebanyak 80 orang.Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi
dan kuesioner.Selanjutnya dilakukan uji analisa data dengan menggunakan
analisis regresi berganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi.Hasil
penelitian ini adalah Perubahan Organisasi berpengaruh signifikan terhadap
kinerja karyawan, besarnya pengaruh perubahan organisasi terhadap kinerja
pegawai sebesar 95.6%.Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan, besarnya pengaruh Budaya Organisasi terhadap kinerja karyawan adalah
sebesar 71.2%.Perilaku Kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan,
besarnya pengaruh Perilaku Kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 31.2%.Secara
simultan Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi, dan Perilaku Kerja
berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan di PT Sisirau Medan. Besarnya
kemampuan Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi, dan Perilaku Kerja dalam
menjelaskan kinerja adalah sebesar 79.9% sedangkan sisanya sebesar 20.1%
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian
ini. Argument penting pada karya tulis ini adalah mengenai Perubahan organisasi
mempunyai manfaat bagi kelangsungan hidup suatu organisasi, karena tanpa adanya
perubahan dapat dipastikan usia organisasi itu tidak akan bertahan lama.
Perubahan organisasi bertujuan agar organisasi tidak menjadi statis dengan
kemajuan teknologi.Tujuan utama dari terjadinya perubahan adalah untuk
meningkatkan kemampuan organisasi dan semua orang yang ada di dalam organisasi,
yang pada gilirannya tercermin dalam peningkatan kemampuan organisasi secara
keseluruhan.
Jurnal
ketiga yaitu yang ditulis oleh
Siswanto (Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan, Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan, Depkes RI, Surabaya): 2007 yang berjudul Politik Dalam Organisasi (Suatu Tinjauan
Menuju Etika Berpolitik). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui politik
dalam suatu organisasi.Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif,
dikutip dari jurnal ini yaitu organisasi sebagai salah satu entitas sosial juga
tidak terlepas dari politik. Setiap orang dalam organisasi akan menggunakan
taktik dan strateginya masing-masing untuk memperebutkan sumber daya yang
terbatas, baik itu menyangkut distribusi informasi, kekuasaan, karir maupun
penghargaan lainnya.Kesimpulan dari karya tulis ini adalah Untuk menjadi
manajer yang efektif, keterampilan manajemen instrumental saja tidaklah cukup,
namun harus dibarengi dengan kemampuan politik yang adekuat.Di dalam setiap
kehidupan organisasi baik organisasi formal maupun informal selalu terdapat
fenomena politik yang melibatkan kepentingan, kekuasaan dan pengaruh. Dalam
proses mempengaruhi guna mengejar kepentingannya, setiap aktor akan saling
memainkan sumber kekuasaannya untuk mempengaruhi aktor lainnya, sehingga apa
yang terjadi tak ubahnya seperti permainan. Apapun taktik yang dipakai oleh
aktor dalam rangka mempengaruhi aktor lain untuk mengejar kepentingannya
selayaknya harus tetap dalam kerangka etika berorganisasi dengan tetap memegang
the golden rule yaitu ”perlakukan orang lain sebagaimana kamu menginginkan
orang lain memperlakukanmu” atau ”jangan lakukan sesuatu pada orang lain yang
mana kamu tidak menginginkan orang lain melakukan hal itu kepadamu”.
Jurnal keempat yaitu ditulis oleh Hendra Gunawan (Alumni
Jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha Bandung) dan T. Elisabeth
Cintya Santosa (Staf Pengajar Akademi Entrepreneurship Terang Bangsa Semarang);
2012, dengan judul Politik Or ganisasi
Dan Dampaknya Terhadap Komitmen Organisasi, Kepuasan Kerja, Kinerja Dan
Organizational Citizenship Behavior (OCB), Penelitian ini menggunakan data
primer dengan responden para karyawan di 3 perusahaan tekstil yang berada di
kota Bandung dan Kuisioner.Dalam penelitian ini, politik organisasi diukur
dengan Perceptions of Organizational Politic Scale (POPS) yang dikembangkan
oleh Kacmar & Ferris (1991; dalam Wulani, 2004) yang terdiri dari 12 item.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa politik organisasi yang dirasakan oleh
karyawan dalam organisasi akan berdampak pada rendahnya komitmen karyawan. Hasil
lain ditemukan bahwa politik organisasi tidak memiliki hubungan dengan kinerja,
namun tetap berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan kata lain, meskipun
tidak terhadap hubungan, namun jika karyawan merasakan adanya politik dalam
organisasi akan berdampak pada kinerja mereka. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah Dalam penelitian ini, variabel kepuasan kerja tidak lolos dalam uji
reliabiliats, dalam penelitian selanjutnya sangat disarankan untuk dapat
menggunakan item-item dari peneliti lain atau menambah jumlah item, mengingat
dalam penelitian ini hanya menggunakan 3 item saja. Implikasi dalam penelitian
ini menyebutkan bahwa tingginya politik organisasi yang dirasakan oleh karyawan
dalam organisasi berdampak pada rendahnya komitmen dan kinerja para karyawan.Politik
organisasi memang diperlukan oleh organisasi karena dapat membantu dalam
mencapai tujuan perusahaan, namun perlu pengelolaan yang tepat agar tidak
menurunkan komitmen dan kinerja para karaywan.
Jurnal kelima yang
digunakan yaitu pada tahun 2011, Maria Merry Marianti melakukan penelitian yang
berjudul Kekuasaan dan Taktik Mempengaruhi Orang Lain Dalam Organisasi dengan
tujuan agar pembaca memahami mengenai kekuasaan dan taktik mempengaruhi orang
lain dalam suatu organisasi, teori yang digunakan yaitu Yukldkk,menunjukkan ada
sembilan jenis taktik yang biasa digunakan di dalam organisasi (Hughes et all,
2009), yaitu: 1. Persuasi Rasional (Rational Persuasion), 2. Daya tarik
Inspirasional(InspirationalAppeals), 3. Konsultasi (Consultation), 4. Mengucapkan
kata-kata manis (Ingratiation), 5. Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), 6.
Pertukaran (Exchange), 7. Koalisi (Coalitions), 8. Tekanan (Pressure), 9.
Mengesahkan (Legitimacy). Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah Pengetahuan
mengenai kekuasaan dan taktik mempengaruhi orang lain, sangat penting bagi
setiap orang, terlebih lagi bagi para manajer atau pemimpin suatu organisasi.
Dengan mengetahui sumber-sumber dan jenis-jenis kekuasaan, seseorang atau dapat
meningkatkan ketergantungan orang lain kepadanya, atau mengurangi
ketergantungan dirinya kepada orang lain. Dengan mengetahui cara atau taktik
mempengaruhi orang lain, maka seseorang atau pemimpin dapat lebih efektif dalam
mencapai tujuan yang diinginkannya. Biasanya orang akan lebih dapat menerima
dan patuh pada orang yang mereka kagumi atau orang yang pengetahuannya
dihargai, bukan pada orang yang mengandalkan posisinya untuk dapat
mempengaruhi, maka penggunaan expert power dan/atau referent power secara
efektif, akan dapat meningkatkan motivasi, kinerja, komitmen, dan kepuasan
orang lain. Jadi sebaiknya setiap orang, terlebih lagi para
manajerataupemimpinsuatuorganisasi,mengembangkandanmenggunakan”expert power”
sebagai dasar untuk meningkatkan kekuasaannya. Taktik-taktik mempengaruhi
adalah cara-cara yang biasanya digunakan oleh
seseoranguntukmempengaruhioranglain,baikorangyangmerupakanatasan,rekan
setingkat, atau bawahannya. Dengan mengetahui dan menggunakan hal ini, maka
seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dengan tidak menggunakan kekuasaan yang
dimilikinya.
IV.
Kesimpulan
Kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk
berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang mempengaruhi. Politik
didefinisikan sebagai “setiap pola hubungan yang kokoh antarmanusia dan
melibatkan secara cukup mencolok kendali, pengaruh, kekuasaan dan kewenangan”
Pengembangan organisasi ditemukan berdasarkan kepercayaan bahwa
dengan menggunakan metode ilmu pengetahuan prilaku untuk meningkatkan pemecahan
masalah kerja sama akan meningkatkan keefektifan organisasi dan kesejahteraan
perseorangan. Kepercayaan ini menimbulkan bidang dan merupakan dasar pikiran
yang mendasari teknologinya.Untuk meningkatkan pemecahan masalah bersama adalah
dengan meningkatkan segi positif kekuasaan dan menurunkan segi negatif kekuasaan.Dengan
demikian, sejak permulaan pengembangan organisasi mengarahkan persoalan
kekuasaan dan politik dalam hal yang diusulkan bahwa kerjasama, dan pemecahan
masalah bersama merupakan cara-cara yang lebih baik untuk mencapai sesuatu
dalam organisasi ketimbang hanya mengandalkan perundingan dan politik.Hakikat
pengembangan organisasi dalam hubungannya dengan kekuasaan dan politik dapat
disimpulkan dari beberapa sumber– strategi perubahannya, intervensinya,
nilai-nilainya, dan peranan para praktisi pengembangan organisasi.
Daftar Pustaka
Hendri, Edduar.
2011. Peranan Kekuasaan dan Politik dalam
Praktik Pengembangan Organisasi.http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=344316&val=6291&title=Peranan%20Kekuasaan%20dan%20Politik%20Dalam%20Praktik%20Pengembangan%20Organisasi. Diakses pada tanggal 10
Desember 2018 pukul 10.30WIB.
Sunaryo.
2017.Pengaruh Perubahan Organisasi,
Budaya Organisasi Dan Perilaku Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di PT. Sisirau
Medan. http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/mbisnis/article/view/1101. Diakses pada tanggal 10
Desember 2018 pukul 10.37WIB.
Siswanto.2007.Politik Dalam Organisasi (Suatu Tinjauan
Menuju Etika Berpolitik).http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=131866&val=5018&title=POLITIK%20DALAM%20ORGANISASI%20(SUATU%20TINJAUAN%20MENUJU%20ETIKA%20BERPOLITIK). Diakses pada tanggal 10 Desember
2018 pukul 10.45WIB.
Gunawan,
Hendra dan Cintya Santosa, T. Elisabeth. 2012.Politik Or ganisasi Dan Dampaknya Terhadap Komitmen Organisasi,
Kepuasan Kerja, Kinerja Dan Organizational Citizenship Behavior (OCB), https://scholar.google.co.id/scholar?q=Politik+Organisasi+Dan+Dampaknya+Terhadap+Komitmen+Organisasi,+Kepuasan+Kerja,+Kinerja+Dan+Organizational+Citizenship+Behavior+(OCB),&hl=en&as_sdt=0&as_vis=1&oi=scholart. Diakses pada tanggal 10
Desember 2018 pukul 19.45WIB.
Merry
Marianti ,Maria. 2011. Kekuasaan dan
Taktik Mempengaruhi Orang Lain Dalam Organisasi.http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=47611&val=3916&title=Kekuasaan%20dan%20Taktik%20Mempengaruhi%20Orang%20Lain%20Dalam%20Organisasi. Diakses pada tanggal 10
Desember 2018 pukul 20.10WIB.


Comments
Post a Comment